Venezuela vs Argentina Awas, Malu!

18
0
Lionel Messi

RIO DE JANEIRO – Argentina harus memberi respek tinggi kepada Venezuela di babak delapan besar Copa America 2019. Di tangan Rafael Dudamel, Venezuela jadi lawan bandel La Albiceleste.

Secara historis, Argentina sangat superior atas Venezuela. Dari 24 pertandingan yang dimainkan, Vinotinto–julukan Venezuela–kalah 20 kali dan hanya menang dua kali. Akan tetapi sejak kedatangan Dudamel, statistik mereka membaik.

Dudamel telah memimpin empat pertandingan melawan Argentina dan hanya kalah sekali. Sisanya, Venezuela mengimbangi Argentina dua kali dan memenangkan satu pertandingan. Kebetulan, kemenangan itu mereka raih pada duel terakhir kedua negara, Maret lalu.

Pada pertandingan di Kota Madrid itu, Venezuela mempermalukan Argentina dengan skor 3-1. Tiga gol pasukan Dudamel dilesakkan Salomon Rondon, Jhon Murillo serta Josef Martinez. Sementara gol hiburan Argentina dicetak Lautaro Martinez.

Kekalahan itu menandai kembalinya Lionel Messi ke Timnas Argentina. Sang superstar sekaligus kapten tim Argentina dan Barcelona itu sempat menarik diri dari timnas setelah kegagalan mereka di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia, tahun lalu.

Selain head to head kedua negara, Argentina juga bisa belajar pada pengalaman tidak mengenakkan Brasil. Di pertandingan kedua Grup A, Selecao yang berstatus tuan rumah Copa America 2019 dibikin frustrasi oleh Venezuela yang mampu membendung serangan mereka sepanjang 90 menit.

Kalau Venezuela bisa kembali menunjukkan performa terbaik di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, dini hari nanti, mereka bisa menjadi masalah kembali. Mereka memang sepertinya sangat siap untuk kembali menyulitkan anak asuh Lionel Scaloni.

Dalam wawancara Dudamel dengan Luis Gerardo Bucci, sang pelatih menegaskan kesiapannya kembali melakoni duel ini. “Kami selalu memiliki lebih banyak keinginan untuk bersaing dengan yang terbaik,” kata Dudamel dikutip dari Politica Venezuela.

Gelandang Venezuela, Luis Manuel Seijas tak kalah percaya diri. Menurutnya, sebagai satu-satunya kontestan delapan besar yang belum pernah meraih gelar, mereka ingin menorehkan sejarah. “Kami memiliki tujuan yang jelas dan itu adalah memainkan enam pertandingan. Ini akan menjadi yang keempat,” tegas Luis Manuel Seijas di AP.

Terlepas dari kepercayaan diri Venezuela, Argentina tetap dijagokan. Pemain Argentina, Marcos Acuna bahkan meremehkan kekalahan 1-3 Argentina, Maret lalu. Itu persahabatan, ini lebih penting. “Kita akan pergi dengan semua yang kita punya. Jika kami memberikan yang terbaik, hasilnya akan datang,” ujar Acuna di AP.

Penjaga gawang Argentina, Franco Armani sependapat. “Kami memiliki pemain terbaik, pemain yang datang siap melakukannya dan kami semua memiliki peluang. Di pertandingan demi pertandingan kami memiliki pertahanan yang lebih baik,” jelas Armani.

Scaloni yang diprediksi akan menurunkan komposisi pemain seperti saat mengalahkan Qatar menegaskan, mereka harus meningkatkan performa kalau ingin ke semifinal. “Kami harus menyesuaikan beberapa hal dengan lawan jenis lainnya,” tegasnya di Goal.(amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.