Venue Gantole & Paralayang Pasir Gorowong Tasik Butuh Penyempurnaan

122
0
UJI COBA. Atlet paralayang uji coba terbang di venue Pasir Gorowong Desa Nanggewer Kecamatan Pagerageung, Senin (14/9). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

PAGERAGEUNG – Pengurus Provinsi Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) melakukan verifikasi dan peninjauan venue di Pasir Gorowong Desa Nanggewer Kecamatan Pagerageung, Kamis (17/9).

Verifikasi tersebut untuk menentukan tuan rumah pada cabor gantole dan paralayang dalam pekan olahraga provinsi tahun 2022.

Baca juga : Pembangunan RSU Dewi Sartika di Kawalu Tasik tak Layak Buang Limbah

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Jawa Barat Darmawan Sirin mengatakan, tempat dan lokasi di Pasir Gorowong sudah cukup bagus. Akses menuju lokasi pun sudah ada, walaupun masih sangat sederhana dan perlu dilakukan peningkatan supaya mobilitasnya lebih cepat. Termasuk untuk lokasi take off juga sudah sangat layak.

“Se­karang kita sedang mem­per­da­lam tempat landing. Ternyata agak sedikit landai yang di Desa Nanggewer, namun yang di Desa Pagerageung itu lebih impossible. Melihat kondisi ini tidak menutup kemungkinan di sini akan dijadikan tempat untuk cabor gantole dan paralayang dan kemungkinan akan ada dua tempat untuk landing,” ujarnya kepada Radar, Kamis (17/9).

Kata dia, kajian lainnya nanti secara komprehensif dilihat kesiapan tuan rumah. Pihaknya selaku pengurus provinsi hanya memberikan rekomendasi, sementara untuk verifikasi akhir akan keluar dari technical delegate.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah ditunjuk dan bisa memutuskan kajian secara teknis. Pasalnya technical delegate ini merupakan orang yang bertanggungjawab untuk melakukan kajian teknis pertandingan. Mulai dari A-Z mereka yang membangun dan mempersiapkannya,” ujarnya, menjelaskan.

Di lokasi ini, kata dia, dimungkinkan bisa semua nomor di cabor paralayang maupun gantole dimainkan, tapi tetap harus melewati kajian dulu untuk kepastiannya.

Tinggal dilihat dari faktor-faktor lain seperti akomodasi, sumber daya manusia dan faktor pendukung panitia. Ini harus melibatkan semua perangkat birokrasi yang ada. Mulai dari RT/RW, kedusunan, pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan.

“Kami dari pengurus provinsi akan mengeluarkan rekomendasi, sedikit masalah teknis. Nanti ada lagi namanya satu orang personel yang disebut technical delegate. Nantinya yang akan mengkaji secara keseluruhan kajian teknis. Apakah tempat take off dan landing layak semua nomor dan sementara ada 18 nomor,” ungkapnya.

Lanjut dia, ini yang pertama kali survei ke lokasi Pasir Gorowong. Nanti setelah ada technical delegate, satu atau dua bulan ke depan akan mengajak perwakilan dari pengcab-pengcab se-Jawa Barat. Nantinya mereka akan memberikan masukan tentang kondisi venue atau tempat pertandingan.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya Drs H Saeful Hidayat MSi mendukung keberadaan venue yang ada di Pasir Gorowong Desa Nenggewer Kecamatan Pagerageung. “Untuk cabor paralayang dan gantole ada keistimewaan tersendiri. Yang lainnya lahir dari pengprov, tapi paralayang dan gantole muncul karena keinginan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga : Gelombang Kedua Covid-19 Landa Kota Tasik, 10 Kamar di Ruang Isolasi Terisi

Kata dia, untuk menghadapi porprov, tanah desa disiapkan oleh desa yang bekerja sama dengan masyarakat. Bahkan mobil dinas desa pun digunakan operasional untuk mengangkut peralatan dan atlet paralayang ke lokasi take off.

“Kami bukan mengada-ada tapi semata-semata mengamankan kebijakan di tingkat atas. Kebijakan gubernur dan pengurus KONI Jabar dan pengprov paralayang sudah disahkan oleh SK bupati untuk cabor paralayang dan gantole. Masyarakat ikut mendukung untuk sarana prasarana penunjang, mulai membuka lahan sampai alur jalan termasuk untuk landing,” kata dia. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.