Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Vida Bisa Dicekal FIFA

223
0
Soccer Football - World Cup - Round of 16 - Croatia vs Denmark - Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Russia - July 1, 2018 Croatia's Domagoj Vida celebrates after winning the penalty shootout REUTERS/Damir Sagolj

KROASIA waswas. Melawan Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis dini hari nanti WIB (12/7) takticar Zlatko Dalic bisa dilarang memainkan bek tengahnya, Domagoj Vida. Bukan karena pelanggaran. Sebab, di semifinal semua kartu kuning diputihkan.

Tapi karena ulahnya di media sosial. Vida setelah merayakan kelolosan Vatreni -julukan Kroasia- ke semifinal Piala Dunia, di Fisht Olympic Stadium, Sochi, Minggu dini hari kemarin WIB (8/7) mengunggah video selebrasi di dressing room dengan mangan penggawa Kroasia di Piala Dunia 2014, Ogjnen Vukojevic.

Nah kata-kata mereka di video itu yang dapat memanaskan ketegangan hubungan antara Rusia dan Ukraina. “Kejayaan untuk Ukraina! Kemenangan ini kami dedikasikan pada Ukraina dan Dynamo (Kiev),” ucap Vida dan Vukojevic, dalam akun Instagram @domagojvida.official-nya Vida.

Vida dan Vukojevic pernah jadi pilar Dynamo Kiev. Makanya, mereka merasa konflik di Krimea antara Rusia dan Ukraina juga konflik mereka juga. Vida sudah menghapus video itu di saat sudah ramaii diperbincangkan. Tapi, video itu sudah terlanjur tersebar di dunia maya. FIFA punya aturan melarang pemain membawa-bawa masalah politik ke lapangan sepak bola.

Apalagi, sengketa Krimea belum reda sampai sekarang. The Sun menyebut, sanksi FIFA bisa jatuh ke Vida. Kontroversi itu lebih ramai ketimbang membahas ini gol pertama Vida bagi Kroasia di Piala Dunia. Termasuk kenapa Vida jadi eksekutor penalti,

padahal dia tidak pernah jadi algojo penalti di timnas. Di klub pun dia cuma sekali saat di Osijek (2009-2010), dan tidak berhasil.
Dilansir Index, pemain 29 tahun itu ternyata hanya algojo

pengganti. Vida awalnya tidak masuk dalam lima algojo pilihan Dalic. Justru Josip Pivaric yang dipilih Dalic. “Pivaric saat itu tidak cukup siap jadi algojo. Lalu, saya langsung meminta ke Dalic, saya yang melakukannya,” ungkap Vida. (ren/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.