Video Detik-detik Gunung Anak Krakatau Meletus Muntahkan Lava

43

JAKARTA – Aktivitas vulkanologi gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami di Selat Sunda. Ratusan korban berjatuhan di wilayah Banten dan Lampung.

Sebelum tsunami, Tim Patroli dari Pulau Panjang CAL Kepulauan Krakatau sempat melakukan pemantauan aktivitas vulkanologi di gunung Anak Krakatau pada Sabtu pagi, 22 Desember 2018.

Saat itu, Gunung Anak Krakatau menunjukkan aktivitas vulkanologi aktif, ditandai dengan semburan asap dan material disertai dengan getaran-getaran gempa kecil (tremor).

Aktivitas ituterus berlanjut hingga siang hari. Intensitasnya semakin tinggi disertai suara-suara letusan.

Aktivitas tersebut tidak berhenti bahkan bertambah dengan letusan-letusan yang dibarengi dengan keluarnya pijaran-pijaran api dan suara letusannya bertambah keras.

Kondisi ini terus berlanjut dan semakin banyak pijaran api yang terlihat keluar dari puncak gunung Anak Krakatau.

Sekitar pukul 20.30 WIB terlihat api yang keluar dari kawah sudah berbentuk hembusan api, dan awan pekat tertiup arah angin dan abu vulkanik mengarah ke Pulau Panjang lokasi Pos Jaga BKSDA.

“Melihat kondisi tersebut, Tim mulai khawatir sehingga seluruh anggota bergegas naik ke Kapal Patroli dan memutuskan untuk berpindah jaga ke Pulau Sertung,” demikian dilaporkan akun @krakatau_ca_cal, Minggu (23/12).

Dalam perjalanan dari Pulau Panjang ke arah Pulau Sertung, Gunung Anak Krakatau kembali meletus. Hembusan awan panas menebar ke seluruh penjuru kawasan Cagar Alam Laut.

“Tim terkejut, dan memutuskan untuk menjauh dari Gunung Anak Krakatau, keluar dari kawasan CA dan CAL menuju ke Pulau Sebesi,” tandasnya.

Berikut video detik-detik Gunung Anak Krakatau meletus dan memuntahkan lava yang direkam tim Tim Patroli dari Pulau Panjang CAL:

(one/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.