(Video) PSBB di HZ Kota Tasik, Siang Main Bola, Sore Hujan, Malam Rame Lagi, Ini Kata Pol PP

4354
1

KOTA TASIK – Kawasan HZ Mustofa merupakan kawasan kota tempat bisnis, perdagangan, pertokoan sekaligus icon Kota Tasik, yang setiap hari dipadati warga.

Kawasan tersebut sengaja ditutup pemerintah karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, kawasan tersebut malah dipake tempat main bola, oleh sebagian warga, Rabu (06/05).

Tampak dari foto dan video yang beredar di masyarakat, belasan pemuda bermasker tampak asik berebut bola di tengah jalan HZ Mustofa.

Berita terkait : Hari Pertama PSBB, Main Bola di HZ Mustofa Kota Tasik

Menjelang sore, kawasan tersebut diguyur hujan. Salah seorang warga membuat video sepinya kawasan HZ Mustofa yang tampak basah dan lengang.

Malamnya, kawasan favorit warga itu, apalagi menjelang lebaran, ramai dijadikan tempat bermain warga.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengakui peristiwa tersebut.

Tapi, kata dia, hal itu bukanlah kesengajaan warga. Melainkan dilakukan spontanotas oleh sejumlah pedagang yang terdampak PSBB di kawasan HZ Mustofa.

“Kami mendapati laporan itu, dan petugas ke tempat yang ada sejumlah warga bermain bola. Petugas memberikan arahan agar mereka tidak membuat kerumunan,” ucapnya.

Lalu, Yogi menambahkan, petugas di lapangan kembali bergerak melakukan sosialisasi. Namun, pihaknya kembali mendapat laporan warga bermain bola lagi di tengah jalan.

“Kita datangi lagi, kita beri arahan. Karena sudah dua kali, kita tempatkan anggota di sana,” kata dia.

Yogi mengatakan, petugas tak langsung memberi tindakan tegas kepada warga yang berkerumun dan bermain bola itu.

Sebab, ia memahami kondisi psikologis para pedagang yang terdampak PSBB tersebut.

“Mereka sedang berusaha mencari nafkah, tapi harus tutup selama PSBB. Saya kira, itu sebagai luapan kejiwaan mereka,” kata dia.

Kendati demikian, adanya kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi pengawasan PSBB di lapangan.

Yogi menyebutkan, ada tiga kendala di lapangan pada hari pertama penerapan PSBB di Kota Tasikmalaya.

Pertama, masih banyak pedagang yang sama sekali tidak tahu mengenai PSBB.

Kedua, ada pedagang yang tahu tapi tidak mengerti detail aturannya.

Ketiga, ada pedagang yang tahu tapi pura-pura tidak tahu.

Menurut dia, secara umum warga memahami aturan PSBB setelah diberi arahan petugas.

Tidak ada reaksi yang berlebihan dari warga. Hanya saja, lanjut dia, para pedagang meminta agar sosialisasi lebih digencarkan dan dikeluarkan surat surat edaran resmi tidak boleh berjualan.

Berikut videonya :

(rezza/age)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.