Beranda Jawa Barat Viking Lapor Polisi, Bobotoh Diminta Tak Terprovokasi

Viking Lapor Polisi, Bobotoh Diminta Tak Terprovokasi

50
0
BERBAGI

Nama Gunawan Dwi Cahyo seketika menjadi perbincangan. Keterlibatannya dalam video berdurasi 24 detik yang berisi hinaan buat pendukung Persib Bandung menimbulkan kehebohan. Apa kata Gunawan?

Gunawan bersama dua rekannya, Ahmad Syaifullah serta Riko Simanjuntak, terlihat sedang bermain gitar dalam video itu. Lalu, terdengar ejekan yang ditujukan buat Viking, sebutan untuk kelompok suporter Persib Bandung.

Suara umpatan itu sebenarnya bukan berasal dari ketiga pemain Persija itu, karena sepertinya ada beberapa orang lain yang juga tengah bersama mereka, namun tidak masuk dalam rekaman video.

Video itulah yang menyebar di media sosial dan kemudian memancing amarah para suporter Maung Bandung. “Sangat disayangkan sekali ya untuk pemain profesional bisa berkata tidak sewajarnya. Kalau suporter mungkin wajarlah ya,” kata dedengkot Viking, Yana Umar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (28/3).

Reaksi yang tak kalah keras dilontarkan manajemen Persib. “Sangat menyayangkan ucapan bernada rasis dari oknum pemain Persija tersebut mengingat saat ini upaya perdamaian terus dirintis pimpinan kedua kelompok suporter, Viking dan The Jakmania,” bunyi salah satu dari empat poin sikap PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) seperti dilansir laman klub.

Persib juga mendukung keputusan PSSI bahwa kasus ini masuk ranah Komisi Disiplin (Komdis) yang akan mengusut kasus ini hingga tuntas. “Mengimbau kepada kelompok-kelompok Bobotoh agar tidak terpancing provokasi dari oknum yang memanfaatkan kejadian ini dan senantiasa untuk terus menyuarakan perdamaian,” tulis pernyataan itu.

Gunawan – salah satu dari tiga pemain yang jadi tertuduh pun tak tinggal diam. Lewat media sosial Instagram istrinya, Okie Agustina, Gunawan memberikan klarifikasi mengenai kasus yang melibatkan dirinya.

“Saya Gunawan Dwi Cahyo, saya mau klarifikasi soal video kemarin dan kebetulan saya kemarin ada di video itu. Tapi, demi Allah saya tidak ada kata-kata seperti itu (menyindir suporter Persib),” ungkap bek Persija tersebut.

Gunawan sendiri dalam InstaStory miliknya mengakui umpatan kasar itu bukan ia yang melakukannya. Sang pemain mengaku respek terhadap suporter lain, termasuk Viking.

“Maaf saya cuma bicara sedikit. Sebelum nuduh orang, didengar baik-baik dan dilihat baik-baik itu suara saya atau bukan. Saya tidak pernah mengucapkan kata-kata itu. Kebetulan saya yang ada di video itu. Saya sangat respek terhadap teman-teman Viking atau Bobotoh, terima kasih,” tulis Gunawan.

Sejauh ini belum diketahui siapa yang melontarkan ejekan tersebut. Isti sang pemain berharap agar pelaku secara jantan mengakui kesalahannya dan Gunawan terbebas dari berbagai tuduhan.

Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade, turut menyesal atas video yang beredar. Dia memastikan bakal ada sanksi bagi oknum yang melontarkan kalimat tak pantas tersebut di dalam video.

“Saya sangat menyesal. Saya atas nama manajemen Persija meminta maaf kepada saudara-saudara saya, Viking,” tutur Gede. Kepada yang bersangkutan akan kami ambil tindakan tegas,” ujarnya.

Seperti diketahui video yang kini viral di media sosial itu, dinilai banyak pihak bersikap rasis, provokatif dan tidak pantas dilakukan tim sepak bola profesional. Dalam video itu terlihat jelas Gunawan Dwi Cahyo, Ahmad Syaifullah dan Riko Simanjuntak bernyanyi sambil menari, diiringi suara gitar. Namun, tiba-tiba terdengar jelas ada oknum yang memaki Viking dengan kalimat tidak pantas. Tidak diketahui siapa orang yang berteriak dan mengatakan ”Viking An**ng” dalam video tersebut.

**VPC Lapor Polisi

Kamis  (29/3) Viking Persib Club (VPC) secara resmi melaporkan adanya video provokatif yang isinya menghina Viking ke Polrestabes Bandung.

Panglima Viking Bandung Yana Umar dikonfirmasi Jabar Ekspres membenarkan pihaknya akan segera membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Yana beralasan karena hal itu sudah melanggar Undang-Undang ITE dan pencemaran nama baik.

”Kita akan ke Porlestabes Bandung untuk membuat laporan. Berkas sudah siap semua kita akan didampingi sama pengacara kita. Makana tong main-main sama Viking (Makanya jangan main-main dengan Viking),” sebut Yana saat ditemui di stadion Si Dolig Kota Bandung, Kamis (29/3).

Sebut penerus Ayi Betik tersebut, kasus ini sengaja dibawa ke ranah hukum untuk menjadi efek jera bagi pemain mana pun. Ditambah dalam video yang terlihat ada sejumlah pemain Persija Jakarta diantaranya Gunawan Dwi Cahyo dan Riko Simanjuntak tersebut, bukan di atas lapangan dan meneriakkan kata-kata rasis.

”Saya secara pribadi memaafkan, karena sesama manusia pasti membuat kesalahan. Tapi ini kan konteksnya komunitas, jadi kalau divoting semua distrik dikumpulkan mereka memilih ini harus dibawa ke ranah hukum,” terangnya.

Dirinya menyayangkan attitude, pemain sekelas mantan pemain tim nasional pantas melakukan hal tersebut. Seharusnya sebagai pemain profesional dia harus bisa menjaga attitude.

”Kalau sikapnya jelek gitu, apa klub lain mau menerima dia. Harusnya bisa berfikir ke sana kalau karirnya habis trus anak sama istri mau seperti apa?” tanya Yana.

Sebut dia, jika hal tersebut diucapkan di atas lapangan ditambah ada aksi dari bobotoh yang mengancam mungkin tidak akan dibawa ke ranah hukum.

”Kalau suporter aja nyanyi rasis dihukum, kalau pemain gimana? Kalau antar suporter mah ngga masalah ini mah kan pemain apa motifnya,” tanya Yana lagi.

Yana mengaku meski istri Gunawan Dwi Cahyo, Okie Agustina mengubungi dirinya dan meyakinkan jika suaminya tidak menyebutkan kata-kata rasis tersebut. Namun Yana tetap dengan pendiriannya akan membawa hal ini ke ranah hukum.

”Pas saya tanya, siapa yang ngomong nggak mau ngaku. Ya sudah kita akan tetap bawa ke ranah hukum mungkin nanti Gunawan statusnya jadi saksi dulu, kalau nggak mau ngaku ya jadi tersangka,” katanya.

Di tambah saat ini Viking dengan The Jak (Suporter Persija) dalam proses damai. Tapi dengan kejadian ini mungkin proses itu akan terhambat. ”Ini kita lagi coba damaikan tapi pemainnya sendiri yang jadi provokator,” sebutnya.

Yana menghimbau kepada bobotoh agar tidak terpancing dan membuat aksi balasan, karena hal tersebut bisa menambah kegaduhan. ”Nya kabarudak ulah saruana (ke anak-anak viking, jangan dilayani),” pesan Yana. (hfz/bep/pan /jpg)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here