Viral di Medsos, Konsumen yang Digeledah Satpam Toko Ratu Paksi Syok

257
0
Eki s Baehaqi

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya berharap masyarakat memperhatikan kondisi mental korban yang masih dibawah umur. Terkait kasus dugaan pelecehan di Ratu Paksi.
“Korbannya masih perempuan di bawah umur, saya harap semua pihak tidak lagi mem-viral-kan kejadiannya di media sosial. Karena hal tersebut akan menjadi tekanan psikologi kepada korban,” ujar Ketua KPAD Kota Tasikmalaya Eki S Baehaqi kepada Radar, kemarin (25/12).
Apalagi, sebelumnya KPAD telah berkunjung ke kediaman korban pada Sabtu (23/12). Saat itu, kata Eki, kondisi korban cukup baik bahkan masih bisa mengeluarkan tawa. “Kita sudah lakukan home visit, dan saat itu anak telah masuk dalam kondisi baik,” ungkapnya.
Pihaknya pun terus melakukan komunikasi dengan pihak korban untuk memantau perkembangan Aq. Namun, kemarin (25/12) dirinya kaget mendengar informasi korban mengalami syok dan perlu diberi trauma healing di Bandung. “Padahal pada hari Minggu ibunya masih bilang kondisinya sudah lebih baik, tapi kok jadi begini (syok),” tuturnya.
Setelah ditelusuri, ternyata korban kaget setelah mengetahui dirinya menjadi pembahasan yang viral di media sosial. Terlebih ada yang membuka nama jelas korban sampai ke statusnya hingga banyak orang bertanya kepadanya dan membuat memori kejadian terus terbayang. “Sehingga korban merasa malu, di tambah harus terus mengingat dan mempresentasikan apa yang dialami,” tuturnya.
Dirinya berharap semua pihak bisa memberikan perhatian soal kondisi psikologi seorang anak di bawah umur, terlebih perempuan. Jangan sampai psikologi anak terganggu karena kurang diperhatikan. “Anak itu kan tanggung jawab semua,” tandasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.