Voucher Sembako Tahap 2 di Pangandaran Dibagikan Sebelum Lebaran

154
0
PENGAMBILAN BERAS. Warga Pangandaran mengangkat beras dari posko kesatuan gerak PKK KB Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Selasa (12/5). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA
PENGAMBILAN BERAS. Warga Pangandaran mengangkat beras dari posko kesatuan gerak PKK KB Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Selasa (12/5). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Voucer sembako tahap dua yang bersumber dari APBD Kabupaten Pangandaran untuk penanganan dampak Covid-19 segera direalisasikan jelang Hari Raya Idul Fitri. Hal itu diungkapkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Radar, Selasa (12/5).

Kata Jeje, saat ini jaring pengaman sosial yang bersumber dari APBD tersebut sedang menunggu penyelesaian penyaluran dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) agar tidak tumpang tindih. Sehingga bantuan ini terdistribusi dengan merata ke masyarakat yang terdampak.

“Bantuan sama dengan tahap pertama sejumlah Rp 150.000 dengan voucer berisi beras dan sembako. Kami targetkan tahap kedua bisa terealisasi sekitar 80.000 KK dan penyalurannya sekitar lima hari sebelum lebaran sehingga membantu kebutuhan masyarakat,” katanya.

Baca Juga : Pangandaran Perketat Pemakaian Masker di Pasar, Siapkan 800 Rapid Test dan 2.000 Swab

Saat ini, kata dia, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Seperti menunggu hasil musyawarah masing-masing desa untuk keluarga penerimaan manfaat.

Hal itu bentuk evaluasi tahap pertama sehingga dalam pelaksanaan penyaluran bansos Pemkab Pangandaran tahap dua dapat berjalan lancar dan merata.

Loading...

“Pendataan sekarang sudah semakin bagus. Karena sekarang sudah jelas mana warga yang dapat bantuan pemerintah pusat, Pemprov Jabar dan Pemda Pangandaran,” ujarnya, menjelaskan.

Kemudian, kata dia, pihaknya mengevaluasi tentang masalah distribusi barang dan penyedia sembako bagi penerima manfaat.

Pada tahap pertama lalu, pemkab menyerahkan sepenuhnya pengadaan barang kepada mekanisme pasar dengan tujuan mendongkrak perekonomian masyarakat.

Baca Juga : Pemudik ke Pangandaran Terus Bertambah, Ruang Isolasi Khusus Masih Cukup

Namun, pada penyaluran tahap kedua akan menggandeng Bulog sebagai supplier barang.

“Agar kualitas barang bisa terjamin dan seragam. Kemudian teknis penyaluran menunggu hasil musyawarah dari gugus tugas Covid-19,” katanya, menjelaskan.

Lanjut dia, dalam bentuk melakukan pengawasan keluarga penerima manfaat, setiap tempat atau posko di desa akan dipasang daftar penerima bantuan sosial dari DTKS dan non DTKS. Sehingga semuanya bisa mengawasi mana saja yang mendapatkan bantuan-bantuan tersebut

“Nanti setiap posko desa bisa menempelkan data yang mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial dari BPNT, BLT, banprov dan voucer sembako dari pemda,” ujarnya.

Kepala Desa Cijulang Yayan Mulyana menjelaskan, pembagian voucer tahap kedua belum mengetahui kapan pembagiannya. Sekarang baru penyisiran kepada penerima manfaat agar tidak double.

“Kita baru melakukan pendataan ulang untuk penerima tahap pertama ternyata ada yang double data. Insyaallah setelah sudah disisir menjadi rata yang akan mendapatkan tahap kedua,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.