Wabah Corona, Kelelawar di Situ Panjalu Ciamis Diperiksa, Ini Hasilnya

2359
0
ISTIMEWA KELELAWAR PANJALU. Kelelawar menjadikan Situ Lengkong Panjalu sebagai habitat hidup mereka.
ISTIMEWA KELELAWAR PANJALU. Kelelawar menjadikan Situ Lengkong Panjalu sebagai habitat hidup mereka.

CIAMIS – Kelelawar di Panjalu, Ciamis menjadi salah satu sampel pene­litian seorang profesor Fakultas Kedok­teran Hewan IPB bersama Research Center for Zoonosis Control, Hokkaido University, Jepang.

Selain di Panjalu, para ahli pun meneliti kelelawar di Bukittinggi, Sopeng, Gorontalo, Manado dan Bogor. Pemilihan lokasi-lokasi itu karena habitat kelelawar yang populasinya cukup tinggi di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat IV, meliputi Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran drh Siti Maemunah MP atau akrab dipanggil Aceu menjelaskan, Senin (3/2) siang, dia telah berkomunikasi dengan Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Drh Agus Setiyono bahwa hasil penelitian beberapa hari ke belakang di Panjalu Ciamis, kata Prof Agus, setelah pengecekan dokumen publikasi, kelelawar Panjalu tidak ada (negatif) virus Corona.

Baca Juga : Ini Raihan Gemilang MTsN Cijeungjing Ciamis, Juara Bukan Target tapi Bonus

“Jadi hasil penelitian Prof Agus, (kelelawar, Red) di Panjalu Ciamis aman,” kata Aceu kepada Radar, tadi malam.

Sementara itu, Wakil Ketua II Himpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat IV Dr drh Agus Yuniawan Isyanto MF menjelaskan untuk menghindari penularan virus Corona yaitu dengan tidak melakukan kotak langsung maupun tidak langsung dengan kelelawar.

“Misalnya, ada buah yang matang di pohon dan dimakan kelelawar, sebaiknya itu jangan dikonsumsi. Secara penjelasan Prof Agus seperti itu,” ujar Agus yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Ciamis ini.

Agus Yuniawan mengaku sebagai murid Prof Agus Stiyono saat kuliah di IPB.

Baca Juga : Kasus TBC di Ciamis Tinggi

“Pada intinya saya imbau masyarakat tidak jadi panik. Intinya pola hidup sehat. Jaga kesehatan,” pesannya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Panjalu Kabupaten Ciamis Asep Rahmat mengaku bahwa pihak desa tidak mendapatkan pemberitahuan soal penelitian kelelawar di Panjalu. Kemungkinan penelitian dilakukan secara langsung.

Dia meminta masyarakat menye­rahkan soal kelelawar Panjalu kepada peneliti. “Insyaallah kele­lawar Panjalu aman,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.