Wabup Garut Ajak Santri Berjihad Lawan Covid-19

70
0
PERINGATI. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menjadi pimpinan upacara Hari Santri Nasional di Lapang Setda Garut, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan upacara secara terbatas di Lapang Setda Garut, Kamis (22/10).

Jumlah peserta yang mengikuti upacara ini sengaja dibatasi untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga : IGD RSUD Ciamis Kebanjiran, Server Masih Rusak

“Yang hadir dalam upacara ini hanya perwakilan pesantren saja. Untuk santri tidak ada, karena kami terapkan protokol kesehatan dalam kegiatan ini,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan usai kegiatan, kemarin.

Menurut dia, meski peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan dengan segala keterbatasan, tetapi tidak menghilangkan maknanya. Dalam momentum HSN ini, Helmi mengajak para santri untuk berjihad, khususnya dalam mempertahankan bangsa dari ancaman Covid-19. “Kalau dulu jihad kita melawan penjajah. Sekarang jihad melawan Covid-19,” katanya.

Helmi menjelaskan, peringatan Hari Santri sendiri berawal dari resolusi jihad yang dilakukan oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari. Hari Santri juga dilatarbelakangi jihad menguatkan NKRI dari ancaman masa penjajahan.

Ia menambahkan, pengertian jihad saat ini berarti mempertahankan bangsa supaya Indonesia bisa membangun dan produktif. “Melawan Covid-19 adalah bagian dari jihad mempertahankan warga kita yang sehat dan tidak terkena Covid-19 dan tidak makin besar (penyebarannya, Red),” terangnya.

Menurut dia, gerakan jihad melawan Covid-19 harus mendapatkan dukungan dari semua kalangan, bukan hanya para santri, melainkan juga seluruh masyarakat.

Artinya, semua pihak harus mendukung menjadikan Indonesia kuat dengan masyarakat yang sehat.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirojul Munir mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya, karena dalam masa pandemi Covid-19.

Meski begitu, momentum peringatan Hari Santri Nasional ini tetap dilaksanakan dengan penuh khidmat serta penuh makna yang betul-betul dijiwai. Khususnya segenap santri dan para ulama, umumnya untuk bangsa ini.

“Ada cerminan yang perlu diikuti oleh bangsa kita ini, bagaimana semangat jihad pada saat itu. Resolusi jihad ini harus jadi cerminan dan teladan, untuk membangun bangsa Indonesia supaya betul-betul menjadi bangsa yang beradab dan berkemajuan,” terangnya.

Baca juga : 5 Kios di Pasar Guntur Garut Hangus Dilalap si Jago Merah

Ceng Munir -sapaan akrab- mengajak santri untuk membangun resolusi jihad terutama di masa pandemi Covid-19. Diharapkan para santri dan ulama bisa menjadi garda terdepan, dalam menangani penyebaran Covid-19.

“Intinya para santri dan ulama harus memiliki itikad dan keyakinan bahwa protokol kesehatan ini merupakan perintah Allah SWT dan Rasulullah, perintah agama dan wajib hukumnya,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.