Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Wabup Garut: Bantuan Gubernur Jabar Berpotensi Busuk

72
0

TAROGONG KIDUL – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, mengatakan bantuan sembako yang berasal dari Provinsi Jawa Barat berpotensi membusuk terutama jenis telur.

“Sembakonya sekarang di Gudang Bulog,  sudah saya cek ke pimpinannya. Memang untuk telur berpotensi busuk,” ujar Helmi kepada wartawan,  Minggu (10/5).

Baca juga : Ponpes Pulosari Limbangan Garut, Santri Dipulangkan, Aktivitas Belajar Dikurangi

Meski berpotensi busuk,  kata dia,  pihaknya meminta masyarakat agar tidak khawatir, karena ketika akan dibagikan ke masyarakat pihaknya akan menyortir ulang terlebih dahulu.

“Ya, jadi begini jika terlalu lama di Gudang Bulog akan berpotensi membusuk. Namun kita sudah berkomunikasi dengan pimpinan gudang bulog saat akan disalurkan akan dilakukan penyortiran kembali ,” ujarnya.

Menurut Helmi, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT POS sebagai penyalur yang ditugaskan oleh Pemprov Jabar, untuk harus melakukan cek ulang barang.

Jangan sampai setelah dibagikan menjadi polemik dan menjadi kegaduhan.

“Saya tekankan kembali sebelum pendistribusian dilakukan sortir ulang terhadap komoditi yang akan diberikan pada masyarakat,” jelasnya.

Helmi menerangkan pihak PT POS sebagai penyalur bantuan kepada masyarakat, juga sudah memastikan kalau bantuan tersebut akan didistribusikan pada hari Selasa (12/5).

“Selasa PT POS sudah sanggup untuk melakukan pendistribusian. Bahkan ada hari Rabu akan diadakan launching yang akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat,” terangnya.

Terpisah,  Wakil Pimpinan Bulog Wilayah Priangan Timur, Budi Sultika memastikan bantuan sembako termasuk telur yang nanti akan didistribusikan ke masyarakat penerima bantuan dalam kondisi baik dan layak.

“Kalau potensi busuk memang ada, karena penyimpanan yang sudah melampaui batas ketahanan telur. Sampai saat ini tak ada telur yang busuk, kalau yang berpotensi busuk memang ada,” terangnya.

Dikatakannya, sesuai perintah, pihaknya sudah menyiapkan bahan-bahan sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat yang bersumber dari bantuan gubernur.

Namun ternyata, jadwal pembagian di Kabupaten Garut molor akibat adanya surat dari Dinas Sosial (Dinsos) Garut agar pendistribusiannya ditunda.

Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap kondisi telur, apalagi menurutnya pengadaan sudah dimulai tak lama setelah gubernur launching program tersebut.

Sedangkan daya tahan telur untuk disimpan hanya berkisar 7 sampai 10 hari.

Budi menyebutkan untuk menghindari hal yang tak diharapkan akibat penyimpanan yang terlalu lama, maka pihaknya kemudian mendistribusikan telur yang sudah ada ke daerah lain.

“Dengan demikian, saat ini tak ada telur yang kondisinya busuk di gudang Bulog Garut.

Kita memang sudah siapkan telurnya tak lama setelah pak gubernur launching program bantuan tersebut,” tuturnya.

Namun, kata dia, pihaknya tak akan membiarkan telur-telur itu sampai membusuk akibat belum adanya kejelasan jadwal pendistribusian di Garut dengan mendistribusikannya dulu ke daerah lain yang sudah berjalan.

Ia menerangkan untuk kelancaran program bantuan gubernur itu, pihaknya sudah menyiapkan tiga gudang Bulog tambahan di Garut.

Baca juga : Warga Pasar Ciawitali Garut Akan Di-Rapid Test Masal

Gudang tersebut digunakan untuk pengemasan 47 ribu paket sembako termasuk di dalamnya telur yang akan dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut untuk tahap pertama.

“Kami pastikan jika bahan-bahan sembako yang akan didistribusikan di Garut nanti semuanya dalam kondisi baik da layak dikonsumsi,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.