Wacanakan Tasik sebagai Kota Pendidikan

16

TASIK – Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya mendorong Kota Tasikmalaya menjadi Kota Pendidikan. Hal ini sebagai upaya investasi Sumber daya manusia (SDM) melalui konsep pendidikan terpadu.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin menuturkan Tasik dulu berdiri sebagai Kota Industri, lambat laun bergeser menjadi Kota Pariwisata dan Jasa. Kemudian kini, sambungnya, muncul wacana Tasik menjadi Kota Pendidikan. Sebetulnya sejak jaman Belanda dulu karakternya sudah ada, sebab Tasik sudah punya lebel sebagai Kota Santri.

“Santri adalah pendidikan, oleh karena itu tidak salah ketika Tasik pertama kali mengumandangkan Perda Madrasah Diniyah. Sekarang sudah muncul wacana untuk perda yang diusulkan oleh PGM Kota Tasikmalaya yakni bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan Kota Tasikmalaya yang berbasis madrasah,” terang Agus saat Talk Show di Studio Radar TV, Senin (3/12).

Lanjutnya, terkait usulan perda tersebut saat ini sudah masuk di Badan Legislasi Daerah (Banlegda) yang kemudian nanti akan dibuatkan naskah akademiknya, sehingga masih berproses. Langkah ini, menurut Agus, menjadi salah satu awal dalam investasi SDM sesuai grand design Kota Pendidikan.

Agus berharap, PGM bisa mendorong dalam melahirkan cita-cita besar Kota Tasikmalaya dalam pencarian jati diri sebagai Kota Pendidikan. “Saya juga berharap Perda yang diusulkan PGM ini bisa lahir di akhir periode kami,” ujarnya.

Ketua DPD PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari mengatakan berkembangnya madrasah di Kota Tasikmalaya tak lepas karena ide, gagasan dan dukungan dari Pemerintah Kota termasuk DPRD Kota Tasikmalaya. Sehingga dukungan tersebut menjadi spirit bagi guru untuk meningkatkan kualitas. “Dukungan pemerintah ini sangat penting untuk kemajuan madrasah,” ungkap Asep Rizal.

Ketua KKG MI Kota Tasikmalaya Arip Ripandi mengatakan bahwa majunya sebuah kota diawali dari kualiatas SDM. Adapun kualitas SDM ini berawal dari pendidikan, sehingga jika semua terpusat bersama meningkatkan kualitas pendidikan, maka Kota Tasikmalaya pasti maju.

“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) sehingga dalam pengajuan perda kita perlu juga ada perda terkait PTK,” ungkap Arip. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.