WADUH Ada Lagi 12 Orang Positif Corona di Kota Tasik, Awas Kluster Cuti Bersama!

3670
0
radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) berlibur ke beberapa lokasi wisata di luar kota saat masa pandemi Covid-19 ini, terutama di zona merah.

Apalagi hingga Selasa (27/10) pagi, total kasus positif Covid-19 di Kota Tasik kini menembus angka 408 kasus.

Dengan penambahan 12 kasu positif hari ini (Selasa, 27/10), 5 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Sekadar diketahui pemerintah pusat telah menetapkan cuti bersama mulai besok Rabu (28/10) hingga Jumat (30/10).

Libur panjang dan cuti bersama ini, dikhawatirkan bisa berdampak munculnya klaster wisata maupun keluarga.

“Kami minta Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menahan diri untuk tak berlibur ke zona merah,” ujar Sekda Kota Tasik, Ivan Dicksan kepada wartawan, Selasa (27/10) pagi.

“Karena selama ini penyebaran virus Corona yang terjadi di Kota Tasik banyak juga dari klaster keluarga yang mana warga datang statusnya itu Orang Tanpa Gejala (OTG),” sambungnya.

Ivan menerangkan, libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama tersebut, supaya masyarakat maupun ASN lebih baik menjaga kesehatan lingkungan ketimbang harus liburan.

Akan tetapi, pemerintah juga tidak akan membatasi bagi pelaku usaha karena mereka juga harus tetap meningkatkan perekonomiannya di masa pandemi Covid-19.

“Kami akan berupaya melakukan koordinasi dengan Satgas supaya tetap mengawasi warga yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan,” terangnya.

Lalu, di setiap perbatasan wilayah Kota Tasik juga akan diperketat.
Pihaknya juga meminta supaya warga di zona merah agar menahan diri supaya tak liburan dulu, dan lebih baik tetap di rumah.

“Namun, BPBD juga harus mewaspadai juga hujan yang terjadi selama ini bisa menimbulkan bencana banjir, longsor dan pergerakan tanah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan, pihaknya tak akan membatasi atau melarang wisatawan untuk datang ke destinasi wisata di daerah saat libur panjang ini.

Namun wisatawan yang akan datang ke Jabar diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, dan masyarakat yang berada di daerah tempat tujuan wisata harus mengingatkan pentingnya protokol kesehatan kepada wisatawan yang tak taat.

“Momen libur panjang bagi masyarakat tidak bisa dibatasi, karena kita juga butuh gerakan ekonomi. Dengan adanya liburan, akan banyak orang datang ke Jabar, sehingga perekonomian bisa berkembang,” tuturnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.