WADUH.. Hari Ini 11 Warga Kota Tasik Positif Covid-19, 1 Meninggal

1996
1
radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Hari ini, Senin (12/10), kasus positif covid-19 di Kota Tasik kembali bertambah 11 kasus orang.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman kembali mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai terjadinya klaster keluarga di masa pandemi Covid-19 ini.

Dia menekankan agar masyarakat taat terhadap protokol kesehatan dengan menjalankan 3M.

Yakni, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.

Apalagi data total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Senin (12/10) sore telah menembus 302 kasus dengan 196 pasien diisolasi, 0 sembuh dan 1 meninggal.

“Jangan menyerah, semua jangan menyerah. Prinsipnya virus itu bisa disembuhkan. Namun, perlu upaya maksimal salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com, Senin (12/10) sore.

Loading...

Budi berharap semua berperan aktif dalam melawan pandemi ini. Pihaknya meminta gugus tugas tidak lelah untuk terus menyosialisasikan 3M kepada masyarakat.

“Petugas kecamatan hingga RT dan RW supaya terus mengingatkan warga agar selalu memakai masker,” terangnya.

Budi mengakui, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasik masih terus mengalami kenaikan.

Total jumlah positif Covid-19 mencapai 302 kasus. Penambahan kasus baru, 11 orang.

“Hari ini ada yang meninggal satu orang di rumah sakit. Informasi yang saya terima ada penyakit penyerta,” tambah Budi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat menuturkan, semua kasus aktif menjalani perawatan atau karantina di rumah sakit dan rumah susun sewa (Rusunawa) Unsil, maupun di pesantren yang menjalankan karantina mandiri dengan pemantauan ketat dinas kesehatan.

“Kami tidak izinkan pasien menjalani karantina mandiri di rumah lantaran dikhawatirkan terjadinya klaster keluarga. Kami jemput yang lakukan isolasi mandiri untuk jalani karantina di rumah sakit maupun rusunawa,” tuturnya.

Uus khawatir jika melakukan isolasi mandiri di rumah muncul klaster keluarga, kemudian muncul klaster komunitas sehingga harus diberlakukan karantina wilayah atau mikro.

“Repot nantinya jika harus karantina wilayah. Itu akan menghambat recoveri ekonomi,” katanya.

Jelas dia, terkait kasus Covid-19 dari klaster pesantren baru, Uus mengaku masih terus melakukan tracing.

Untuk penanganan di pesantren pihaknya kini tidak lagi menjemput yang sakit untuk dikarantina, tetapi santri yang sehat diambil dipulangkan ke keluarganya.

“Bagi santri yang telanjur dipulangkan oleh pihak pesantren, kami hubungi pihak keluarganya untuk ditracing,” jelasnya.

Sebelumnya pihak Dinkes telah memulangkan 10 santri yang menjalani karantina di rumah susu sewa (Rusunawa) Unsil lantaran kondisinya membaik.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.