WADUH.. Kisruh Bendungan Leuwikeris di Ciamis tak Pernah Tuntas, Ini Kata Warga

214
0
PERWAKILAN MASYARAKAT. Perwakilan masyarakat dari Kelurahan Linggasari, Cigembor dan Benteng Kecamatan/Kabupaten Ciamis berharap pencairan uang pengganti tanah terdampak proyek Bendungan Leuwikeris bisa dilaksanakan Desember 2020. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKAMALAYA

CIAMIS – Masyarakat dari Kelurahan Linggasari, Cigembor dan Benteng Kecamatan /Kabupaten Ciamis mempertanyakan pencairan uang pengganti tanah terdampak proyek Bendungan Leuwikeris.

Pasalnya, sampai Senin (28/12), mereka belum mendapatkan informasi tentang pembayaran untuk tanah tersebut.

Divisi Forum Pengawasan Dampak Bendungan dan Waduk Kelurahan Linggasari Kecamatan /Kabupaten Ciamis Hendar menyampaikan, di Desember ini, warga yang mendapatkan pembayaran uang pengganti tanah terdampak proyek Bendungan Leuwi Keris baru warga dari Desa Ciharalang dan Handapherang, sementara tiga kelurahan lagi yaitu Linggasari, Cigembor dan Benteng, belum.

Baca juga : Ratusan Kartu Tani di Ciamis Dimusnahkan, Ini Kata Ketua Fraksi PKB

Bahkan sampai saat ini, mereka belum mendapatkan informasi pencairan Padahal sekarang telah memasuki penghujung Desember 2020.

Jika sampai akhir Desember 2020, dana penggantian tanah tersebut belum juga cair, maka, kata dia, masyarakat akan kembali berunjuk rasa ke DPRD Ciamis di awal 2021.

“Kami tidak habis pikir kenapa hanya dua desa yang dicairkan, sementara kami tiga kelurahan sama terdampak dan sangat membutuhkan uang, apalagi dalam kondisi corona banyak keperluan,” ujar Hendar.

Menurutnya, dari tiga kelurahan itu ada 678 bidang tanah yang terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris dengan total penerima sekitar 535 orang. Jika diuangkan, total penggantian untuk tanah masyarakat itu kurang lebih Rp 62 miliar.

Tentunya, kata dia, uang tersebut sangat diperlukan masyarakat. Terlebih sudah banyak warga yang terlilit utang karena pinjam ke mana-mana untuk kebutuhan hidup sehari.

“Kami meminta secepatnya ada pencaran, karena kebutuhan kami sengat mendesak,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Forum Pengawasan Dampak Bendungan dan Waduk Kabupaten Ciamis Anwar Solihin SPdI menjelaskan, sampai saat ini pencairan dana penggantian tanah terdampak Bendungan Leuwikeris baru masyarakat di dua desa yaitu Desa Handapherang dan Desa Ciharalang, sementara yang belum cair tiga kelurahan.

Untuk itu dia berharap agar segera ada pencairan bagi masyarakat di tiga kelurahan tersebut.

“Saya khawatir akan bergejolak lagi, kami meminta kepada LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) untuk segera melunasi lahan masyarakat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Humas BBWS Rahmat menyampaikan bahwa pencairan dana untuk penggantian lahan terdampak Bendungan Leuwikeris bagi warga di tiga kelurahan, semoga dilaksanakan minggu pertama di bulan Januari 2021.

“Kami sampaikan mohon bersabar, karena semuanya juga akan diproses sesuai dengan tahapan. Intinya harus bersabar,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.