WADUH.. Korban Keracunan di Tanjungjaya Tasik Jadi 74 Orang

2404
0
radartasikmalaya.com
Korban keracunan massal di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasik saat mendapatkan perawatan, Senin (16/11) sore. diki setiawan / radartasikmalaya

KABUPATEN TASIK – Korban keracunan massal yang diduga usai menyantap hidangan pesta ulang tahun di Desa Cikunteun Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, bertambah jadi 74 orang.

Sebagian besar korban yakni rombongan berjumlah 46 orang asal Kampung Cilimus Desa Sukasenang Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang sebelumnya sengaja datang bersama-sama ke acara ulang tahun tersebut.

“Kalau total korban yang sempat mendapatkan pemeriksaan medis berjumlah 74 orang,” ujar Dokter Puskesmas Tanjungjaya, Fitriani Firdaus, kepada wartawan, Selasa (17/11) siang.

“Sebanyak 30 korban masih dirawat di ruang darurat madrasah Kampung Cilimus, 5 orang lagi dirawat di Puskesmas Tinewati, Singaparna, sisanya sudah sembuh,” sambungnya.

Selama ini, terang Fitri, petugas kesehatan telah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan para korban untuk diuji di Laboratorium, Bandung.

Sehingga nantinya akan diketahui penyebab pasti terkait kasus keracunan massal ini.

“Tapi yang pasti penyebab keracunan ini akibat asupan makanan yang tak sesuai dengan pencernaan dan adanya bakteri yang masuk. Namun, pastinya nanti hasil uji lab sudah keluar baru akan diketahui,” tambahnya.

Kini, para pasien yang masih dirawat di ruang darurat sebuah bangunan madrasah belum bisa dipastikan pulang.

Biasanya, minimal mendapatkan perawatan selama 3 hari pasien keracunan akan mulai sembuh dan bisa pulang.

Berita Terkait :

Usai Pesta Ulang Tahun, 33 Warga Tanjungjaya Tasik Keracunan Massal

Korban Keracunan di Tanjungjaya Tasik Nambah Jadi 46 Orang, 30 Masih Dirawat di Madrasah

“Semua pasien sebanyak 30 orang di madrasah ini masih terpasang infus dan asupan obat-obatan untuk kesembuhan mereka,” beber Fitri.

Selama ini pihaknya hanya mengandalkan para perawat di Puskesmasnya yang berjumlah 4 orang.

Tenaga kesehatannya hanya bisa bergantian untuk melayani pasien yang diprediksi akan masih bertambah.

“Kalau korban keracunan biasanya sudah satu atau dua hari baru akan merasakan gejalanya. Kita di sini hanya mengandalkan tim medis yang ada,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.