WADUH.. Langgar Prokes, Warga Disanksi Pake APD 2 Jam

54
0
MELANGGAR. Pelanggar protokol kesehatan memakai APD dan masker serta dikalungkan tulisan oleh Satuan Tugas Penegakkan Disiplin Prokes Kota Banjar. Cecep herdi / radar tasikmalaya
MELANGGAR. Pelanggar protokol kesehatan memakai APD dan masker serta dikalungkan tulisan oleh Satuan Tugas Penegakkan Disiplin Prokes Kota Banjar. Cecep herdi / radar tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Satuan Tugas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kota Banjar terus melakukan upaya preventif untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Para pelanggar prokes disuruh memakai alat pelindung diri (APD) atau baju hazmat selama dua jam, lengkap dengan mengenakan masker dan tulisan ‘saya pelanggar protokol kesehatan’.

“Sanksi itu supaya masyarakat semakin disiplin menggunakan masker. Sanksi sosial berupa penggunaan APD selama dua jam supaya ada efek jera bagi pelanggar prokes. Kita sampaikan dan kenakan sanksi itu dalam pelaksanaan woro-woro prokes setiap hari di tempat keramaian seperti pasar dan di tempat lainnya,” kata Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, Senin (7/12).

Selain sanksi menggunaakan APD, tim penegakan disiplin yang terdiri dari TNI Polri dan Satpol PP itu juga menerapkan sanksi atau hukuman berupa pembacaan teks Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Ada beberapa klasifikasi hukuman yang diterapkan, pengenaan APD itu kepada pelanggar yang sudah beberapa kali tidak mengenakan masker. Kemudian ada sanksi sosial lainnya yang diterapkan, tujuan utamanya supaya masyarakat sadar akan penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Loading...

Baca juga : Layanan IGD RSUD Kota Banjar Kembali Dibuka

Langkah itu dilakukan karena penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Bannjar terus mengalami peningkatan. Bahkan beberapa kasus yang positif sudah ada yang meninggal.

“Saat ini Kota Banjar merupakan status zona merah Covid-19, untuk itu upaya kita mendisiplinkan prokes kepada masyarakat akan terus dilakukan. Penyebaran virus corona ini sangat cepat dan sulit diprediksi. Siapa pun, jabatan apa pun bisa terpapar,” kata dia.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK, MH prihatin dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Banjar. Ia menekankan kepada seluruh personel Polres Banjar terus menyampaikan imbauan protokol kesehatan dan menindak pelanggar prokes.

“Akan terus dilaksanakan penerapan sanksi menggunakan APD lengkap tersebut, untuk memberikan efek jera kepada pelanggar, agar patuh terhadap protokol kesehatan, terutama menggunakan masker,” tegas Kapolres Banjar.

Sementara itu, beberapa orang mengamati pemakaian APD selama dua jam kepada pelanggar prokes harus efektif dan aman. Artinya, APD yang digunakan jangan yang standar medis.

“Kalau kualitasnya standar medis, mending digunakan untuk tenaga medis saja. Apalagi cuma dua jam dipakainya terus dibuang, kan sayang kalau kualitasnya standar medis,” kata Gunawan, warga Kota Banjar.

Direktur RSUD Banjar drg Eka Lina Liandari pun mengatakan hal yang sama. Menurut dia, jika standar medis, lebih baik digunakan oleh tenaga medis yang langsung bersentuhan dengan pasien positif Covid-19. Karena yang digunakan untuk sanksi hanya sebatas formalitas supaya terjadi efek jera.

“Iya mending dipakai oleh tenaga medis saja kalau kualitas APD-nya sesuai standar medis, kami kan membutuhkan banyak, apalagi kasus Covid-19 terus bertambah,” katanya.

Warga Kota Banjar Ade Suhendar mewanti-wanti supaya APD yang sudah digunakan oleh pelanggar tidak dipakaikan lagi ke pelanggar lainnya. Karena berisiko menularkan penyakit.

“Ini masukan saja supaya menjadi bahan evaluasi. APD yang sudah dipakai pelanggar prokes harus dalam kondisi steril, jangan digunakan untuk pelanggar lainnya yang kedua atau ketiga dan seterusnya. Namun secara kebijakan, saya mendukung langkah itu, setuju supaya ada efek jera, dibanding harus membayar denda uang,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.