WADUH.. Positif Corona di Kota Tasik Ternyata Nambah 23 Kasus, Ini Rinciannya

10175
4
radartasikmalaya
ilustrasi virus corona/ net

KOTA TASIK – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Jumat (25/09) malam, kembali terjadi.

Setelah siang sebanyak 12 pasien terkonfirmasi positif, jam 19.00 WIB beredar kabar kasusnya kembali bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat membenarkan adanya kembali penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jumlah total positif sampai dengan hari Jumat jam pukul 15.41 WIB yang telah dipastikan tim kita adalah 23 kasus,” ujar Uus yang dihubungi radartasikmalaya.com melalui ponselnya.

Baca Juga : Motor Pake Knalpot Bising di Kota Tasik Bakal Dirazia dan Disita Polisi

Rinciannya, terang dia, 12 kasus dari kluster pendidikan, 6 kasus kluster pegawai instansi, 3 kasus dari kluster klinik, 1 kasus si Cibunigeulis (sedang dalam proses tracking) dan 1 kasus dari Awipari Cibereum.

“Hingga malam ini yang sudah masuk ke gedung Mitra Batim RSUD Dr Soekardjo untuk isolasi 12 orang,” terangnya.

Baca Juga : Sekeluarga Pengemis Diseruduk Mobil di Cikurubuk Kota Tasik, Sang Anak Tewas

Uus juga menginformasikan barusan ada salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid yang meninggal dunia. Namun dia belum bisa menjelaskan secara detailnya.

“Iya ada yang meninggal lagi. Dari kluster keluarga, bukan dari yang kasus baru 23 kasus,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Berita Terkait :

WOW.. Hari Ini Positif Corona di Kota Tasik Nambah 12 Orang

Loading...
loading...

4 KOMENTAR

  1. Bagaimana ath ini th… Siapa yang harus di salahkan? Apakah pemerintah yang sudah memberikan kelonggaran atau masyarakat yang gak pernah takut akan pandemi ini? Yang jelas baik pemerintah harus siap2 ambil tindakan yang lebih baik, supaya masyarakat mengerti dan mau patuh kepada aturan… Jangan kendor bossss

  2. Yang harus disalahkan ya Anda ini yg mencari kambing hitam. Di situasi seperti ini kecerdasan, kepedulian, kewaspadaan, kebersamaan kita diuji, bukan sekedar mencari siapa yang salah, karena to be honest, kita semua salah, makanya pandemi ini terjadi dan sulit dihentikan. Solusinya apa? tidak ada, ini adalah hukuman yang harus dijalani karena kita terlalu sibuk dengan receh (ekonomi), mengabaikan kedisiplinan, empati, bahkan nyawa. Jika receh membunuh, ada sedekah dan budaya berbagi yg bisa jadi penawar, ada puasa (mengendalikan hawa nafsu) yg bisa jadi ibadah, ada kebersamaan yg bisa menemani kita di masa-masa sulit, toh tidak semua orang sedang susah, sedang pandemi gini ada aja kok yang beli aset miliaran, membelanjakan uang untuk yg sebetulnya tidak terlalu penting, haha hihi dengan menumpuk apa yg dipunya, tapi susah untuk sedekah dan berbagi kepada yang membutuhkan, masih itung-itungan, takut rugi, takut miskin, takut kehilangan, rasa takut yg melebihi ketakutan akan pandemi. Ya memang susah, makanya sekali lagi, ini adalah hukuman. Jika mau solusi, tanya ke diri sendiri, tanya kepada kita sebagai bangsa, punya dosa apa? Atau jangan-jangan kita terlalu bodoh untuk tahu apa kesalahan kita? dan memilih menyalahkan orang lain supaya kita bisa kembali ngurusin receh sampai mati

  3. Mati satu tumbuh seribu. Populasi manusia di dunia sudah padat. Ada wabah Corona yang mengakibatkan banyak korban jiwa ya ambil hikmahnya saja untuk kelangsungan hidup generasi manusia yang akan datang, semoga generasi manusia pengganti tidak sulit cari napkah hingga harus rebutan warisan sampai bunuh-bunuhan, semoga ganteng dan cantik, semoga tidak malas, semoga tidak jorok, semoga sadar untuk selalu introspeksi diri, semoga otaknya cerdas, semoga punya kedisiplinan.

  4. Yg jelas kalau saya perhatikan banyak yg tidak disiplin, untuk dirinya sendiri saja susah, jgn menyalahkan org lain, lebih baik dari kita masing2 untuk taat , apa susahnya pake masker, ini malah bnyk yg nantang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.