WADUH.. Suami, Istri dan Anak Bersaing Jadi Kades di Ciamis

179
0
radartasikmalaya
Pasangan Suami Haerudin alias Enjang dan Yuliani yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Padamulya.
Loading...

CIAMIS – Dua pasangan suami istri hingga ayah dan anak berkompetisi di Pilkades serentak 2020, Kabupaten Ciamis, Sabtu (19/12).

Pasangan suami istri di Desa Padamulya Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Haerudin alias Enjang dan Yuliani berebut simpati warga.

Di Desa Jagabaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, Nana Juhana dan Dian Rahmawati, juga bersaing berebut suara rakyat.

Sedangkan anak dan ayah di Desa Bendasari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, Jalil dan anaknya Asep Hendi, merebutkan suara masyarakat untuk menjadi kepala desa.

Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, Risa Sugara SSTP MSi mengatakan, ada dua pasangan suami istri yang berkompetisi dalam pilkades.

Loading...

Yakni di Desa Padamulya Kecamatan Cihaurbeuti dan di Desa Jababaya Kecamatan Panawangan.

Sedangkan anak dan ayah di Desa Bendasari Kecamatan Sadananya.

Semuanya berkompetisi di Pilkades serentak tahun 2020.

“Ini tentunya sah-sah selama ikuti aturan yang ada. Dan tidak ada larangan, baik suami istri atau ayah dan anak untuk bersaing dalam Pilkades. Siapapun boleh dan mempunyai hak yang sama,” papar Risa.

Risa menambahkan, untuk Pilkades serentak dan teknis tahapan awal penghitungan di TPS , setelah beres akan diserahkan ke desa.

Setelah itu desa merekap dari tiap TPS diberita acarakan, setelah itu pemilih melaporkan ke BPD setelah minimal tujuh hari melaporkan ke bupati melalui camat dan DPMPD mengetahui juga.

“Itulah tahapanya yang nanti rekapitulasi,” katanya.

Ditemui langsung, salah satu Calon Kepala Desa Padamulya Kecamatan Cihaurbeuti, Haerudin alias Enjang (50) dan Yuliani (41) tengah berada berduaan di rumahnya, menerima tamu.

Ditanya Radar, Haerudin mengaku bahwa mencalonkan jadi Calon Kepala Desa suami istri ini tidak kepikiran sama sekali.

Pada awalnya juga dirinya memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat atau incumben yakni Dede Ali yang masih saudaranya untu maju kembali.

“Namun, justru tidak ada yang maju, malahan semua tokoh masyarakat berbalik kepada saya agar maju di pilkades,” ungkapnya.

“Saya bingung juga saat itu, makanya menunggu lama siapa yang maju, malahan dua hari lagi pendaftaran. Karena banyak dorongan dari masyarakat ahirnya kami maju mendaftar,” sambung bapak anak tiga ini.

Saat Radar anggaran yang dihabiskan, Haerudin mengaku mengeluarkan dana sekitar Rp 50 jutaan.

“Sekarang saya justru terbalik melawan istri sendiri. Jadi dobel ongkosnya. Karena kampanye sama-sama. Ya habis uang Rp100 jutaan, baik opeasional dan menjamu tamu,” ungkapnya.

Sementara Yuliani (41) mengaku tak menyaka akan mencalonkan diri

“Ya pada akhirnya visi misi juga bikin bersama -sama di rumah bersama suami, namun tetap visi misinya berbeda. Bahkan terkadang kampanye juga bereng-bareng. Kadang terpisah, dirinya tetap mengkampanyekan sendiri, baik ke ibu-ibu anak muda atau bapak-bapak juga,” paparnya.

(iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.