Waduh ! Tak Terkontrol, Gas 3 kg Dijual Rp 32 Ribu

229
0
RADIKA ROBI RAMDANI / RAKYAT GARUT  LANGKA. Harga gas elpiji 3kg di Kabupaten Garut sudah melambung tinggi, akibat kelangkaan gas kemarin.

SAMARANG – Harga gas bersubsidi ukuran 3 kg di Kabupaten Garut sudah tidak terkontrol. Bahkan harganya jauh dari harga eceran tetap (HET) yang kini mencapai Rp 32 ribu pertabung.

Salah satu warga Cikamiri RT/RW 04/05 Desa Cintakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Irma Nurhasanah (36) mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji di tingkat eceran. “Tentu kami keberatan, karena sangat mahal dan jauh dari HET,” ujarnya kepada wartawan kemarin (12/12).

Sebab, kata dia, di sejumlah kios sejak beberapa minggu terakhir penjualan gas elpiji 3 kg sudah melijit yang awalnya Rp 30 ribu kini mencapai Rp 32 ribu pertabung.

“Tingginya harga gas elpiji di tingkat pengecer ini sudah berlangsung dua pekan terakhir. Diduga, kelangkaan karena pasokan terbatas sementara permintaan meningkat,” duganya.

Biasanya, kata Irma, dirinya membeli gas melon seharga Rp 25 ribu pertabung. Namun entah mengapa beberapa pekan ini, harganya melambung dan dia terpaksa harus membeli gas dengan harga Rp 30 ribu. “Saya harap harga gas elpiji 3kg dapat normal kembali. Sehingga tidak menyusahkan warga yang kurang mampu tentunya. Ini sudah susah nyarinya, mahal lagi,” keluhnya.

Sementara, H. Juju (46) pemilik kios mengatakan sudah dua minggu tidak ada yang mengirim gas ke kiosnya. Padahal sebelumnya lancar dalam pengiriman. ”Sudah dua pekan saya tidak menerima gas melon. Padahal banyak yang mencari dan menanyakan gas,” ungkapnya.

Loading...

Selama ini, kata dia,dirinya membeli gas elpiji 3 kg sebesar Rp 22 ribu dari pangkalan. Lalu ia jual sebesar Rp 25 ribu. Namun karena saat ini langka dan susah maka dia membeli hanya untuk keperluan keluarganya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.