Wagub Jabar Tak Diizinkan Masuk Ponpes di Kabupaten Tasik, Saat Bawa Tim Pemeriksaan Covid-19

1310
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum mengaku tak diizinkan masuk oleh pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) besar yang ada di Kabupaten Tasik, Kamis (01/10) siang.

Saat itu, dia membawa tim medis dari Dinkes Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan kepada para santri atau keluarga besar yang diduga terpapar Covid-19 di lokasi pesantren tersebut.

Meski demikian, Uu sangat menghormati dan menghargai keputusan para pengurus dan pimpinan ponpes tersebut karena itu merupakan hak dan kewenangannya.

“Jadi, kami sangat menghargai kepada Pak Kiai, karena yang mengetahui dan memahami pesantren adalah Pak Kiai,” ujar Uu kepada radartasikmalaya.com saat ditemui di Gedung Dakwah Kota Tasik, Kamis (01/10) sore.

“Saya mau hadir kesitu, tapi belum dikasih izin. Saya datang dengan tim medis dan perlengkapan lengkap sesuai protap untuk pemeriksaan Covid-19,” sambungnya.

Terang Uu, dirinya sempat meminta bantuan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Tasikmalaya untuk memfasilitasi supaya dirinya dan tim medis dengan perlengkapan Covid-19 bisa masuk untuk pemeriksaan dan koordinasi kondisi terkini.

Tapi, upaya tersebut tetap belum bisa berhasil dan belum bisa diizinkan masuk ke pesantren tersebut.

Soalnya, dirinya mendapatkan informasi bahwa salah satu pesantren besar tersebut terdapat keluarga dan beberapa santri serta siswa sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Apalagi di pesantren besar tersebut berlokasi di satu komplek yang berisi warga setempat, pesantren, rumah-rumah keluarga besar pesantren serta beberapa bangunan sekolah.

“Saya sempat minta bantuan Pjs Bupati Tasikmalaya untuk bisa masuk, tapi tetap belum bisa diizinkan. Sekali lagi, meski tetap gak bisa, saya sangat menghargai keputusan Pak Kiai,” beber Uu.

Uu pun berjanji akan tetap memantau perkembangan penyebaran Covid-19 di pesantren itu meski tak bisa secara langsung menemui pimpinan ponpes tersebut.

Dirinya pun akan secepatnya memberikan bantuan penanganan medis bagi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

“Meski belum diizinkan masuk ke pesantren, tapi tetap saya akan memantau perkembangan penanganan Covid-19 di pesantren itu. Makanya saya pun bersama Gubernur Jabar minta ke Pemerintah Pusat untuk segera mencairkan anggaran penanganan Covid-19 bagi pesantren, kabupaten dan kota yang terdampak,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Berita Terkait :

86 Warga Ponpes di Kabupaten Tasikmalaya Positif Covid-19

Sekda Kabupaten Tasik: Ponpes Harus Punya Ruang Isolasi

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.