Wakil Bupati Pangandaran Sentil Pengelolaan Puskesmas

58
0

PARIGI – Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari sempat berkomentar mengenai pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di seluruh Puskesmas Pangandaran. Seperti diketahui puskesmas di Pangandaran belum semua dilengkap tempat penyimpanan khusus limbah B3.

“Penanganan limbah medis harus dilakukan dengan serius apa lagi yang masuk kategori limbah beracun,” ungkapnya kepada Radar, saat ditemui di Setda Kabupaten Pangandaran Jumat (2/1).

Seharusnya, kata dia, penanganan limbah B3 ini harus sesuai dengan SOP yang berlaku, untuk itu dirinya mendorong seluruh puskesmas membuat tempat penampungan limbah B3.

”Usahakan limbah ini jangan sampai dijangkau oleh masyarakat biasa, sangat berbahaya,” tuturnya.

Adang tidak menghendaki limbah B3 disimpan didalam karung biasa, atau dus yang mudah hancur. ”Selain itu kami juga berharap sarana dan prasarana terus dilengkapi untuk pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

Diluar hal itu, lanjut Adang, Pemkab Pangandaran berencana membangun Puskesmas Cijulang, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan bagi warga Cijulang. ”Banyak masyarakat yang menginginkan puskesmas di Cijulang menjadi rawat inap,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasi Kesehatan Masyarakat Dinas Kesahatan Pangandaran Sobirin mengatakan dari 15 Puskesmas di Pangandaran, belum satupun yang memiliki tempat penampungan khusus limbah B3. Mereka hanya melakukan pengelolaan secara sederhana.

“Memang belum ada tapi kami selalu menyimpanya kedalam kresek atau karung, kemudian mengikatnya dengan lakban yang kuat,” terangnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.