Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Meminta Pengurus Persikotas Lebih Serius

255
0
Muslim MSi

WAKIL Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi meminta pengurus Persikotas lebih serius mengelola klub. Adanya gerakan dan kritik dari supporter Laskar Wiradadaha itu harus menjadi cambuk membenahi program dan kegiatan.

“Sepak bola adalah hiburan rakyat, menghibur apalagi sampai bisa menggerakkan massa yang besar. Ini harus disikapi serius, supaya tidak menjadi gejolak baru,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menyarankan pengurus tidak melulu bergantung terhadap figur ketua umum yang notabene wali kota. Apalagi, saat ini perlu disadari, H Budi Budiman tengah disibukkan agenda politik seperti pileg dan pilpres. Belum lagi, kegiatan kedinasan lain di internal pemkot. “Kan ada jajaran pengurus lainnya. Kenapa harus selalu dengan wali kota, kan beliau tinggal hal-hal kebijakan saja. Teknis organisasi ada jajaran lain,” tutur Muslim.

Politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan Persikotas bisa berjalan secara mandiri. Apalagi, selama ini belum disentuh APBD. Mereka harus menggedor pengusaha lokal yang peduli terhadap perkembangan persepakbolaan, supaya turut andil menyisihkan sebagian laba usaha dalam memajukan tim kebanggaan daerah. “Kita paham, tanpa anggaran, mengurus bola itu sulit. Walaupun pengurus di dalamnya orang-orang penting di daerah. Tanpa sponsorship dan tata kelola manajemen yang baik, sulit,” ujar dia.

Sejauh ini, kata dia, pemkot sudah berupaya men-support persepakbolaan di Kota Santri. Stadion Wiradadaha beberapa kali diperbaiki supaya semakin representatif. Baik bagi pemain, official maupun penonton. “Intinya semua merindukan sepak bola daerah yang berprestasi. Maka, gejolak ini kami mohon ditanggapi serius jajaran manajemen dan pengurus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Cihideung Arief Abdul Rohman mendorong supaya kepengurusan Persikotas direvolusi. Sebab, dalam pembentukannya sudah terendus nuansa tidak wajar. “Kami pernah berkomunikasi dengan Jajaran Pengurus Persikotas Lama. Kala itu, mereka mau all out berkorban demi majunya sepak bola daerah. Terutama di era almarhum Sekda Endang Suhendar yang pernah mengantar Persikotas juara nasional,” kata dia.

Menurutnya, kala itu, cost pribadi saja kerap disumbangkan pengurus. Demi Persikotas maju dan berprestasi. Sayangnya, di kepengurusan hari ini, spirit tersebut belum terlihat. Apalagi, jajaran pengurus tampaknya tidak 100 persen memiliki basic sepak bola, atau interest terhadap olahraga itu. “Maka kita mendorong untuk revolusi pengurus. Sebab, sepak bola itu olahraga masyarakat. Tidak hanya segmentasi muda saja, namun tontonan segala usia,” ucap pemuda Cihideung itu.

Kepengurusan hari ini, kata Arief, terkesan sebatas penunjukan orang semata. Tanpa meninjau kapasitas dan kapabilitas person yang akan menduduki suatu jabatan di Persikotas. “Kita khawatirnya, sebagian kecil mengerti sepak bola dan bersemangat memajukan, sisanya tidak tahu apa-apa. Berat sebetulnya, kita punya sejarah. Kenapa tidak ada dorongan untuk membangkitkan itu,” ujar dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.