Wakil Ketua Geng Motor di Kota Tasik Jadi Pengedar Narkoba

111
0
Para tersangka pengedar pil terlarang dan sabu yang diciduk Satnarkoba Polresta Tasik dalam kurun waktu 2 minggu, Selasa (12/01) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pemberantasan peredaran narkoba terus dilakukan Satnarkoba Polresta Tasikmalaya.

Selasa (12/01) pagi, aparat Kepolisian menciduk JJ (28), di Kecamatan Cisayong.

Wakil ketua geng motor warga Sukaratur ini, diciduk karena mengedarkan pil terlarang jenis heximer ke beberapa anggota geng motornya.

Dari tangan JJ, Polisi mengamankan barang bukti 175 butir pil hexymer.

Saat gelar perkara di Mapolresta Tasik, Selasa siang, JJ mengakui semua perbuatannya.

Kata dia, obat terlarang itu dikonsumsi dirinya dan anak buahnya agar berani ketika melakukan aksi kekerasan jalanan.

“Sudah 3 bulan kang jualannya. Hanya ke teman-teman saja karena terdesak kebutuhan,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com saat press conference.

Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan menuturkan, pengungkapan kasus Zey ini termasuk dari beberapa kasus yang diungkap Satnarkoba dalam waktu 2 Minggu ini, dari total 6 kasus penyalahgunaan narkoba.

“Dari 6 kasus itu ada 7 tersangka diamankan. Dua diantaranya pengguna, dan 5 lainnya adalah pengedar. Dengan barangbukti sabu sebanyak 26,22 gram, psikotropika 13 tablet clorilex clozapine seberat 25 gram, tramadol 164 tablet, heximer 675 tablet,” tuturnya.

Terang Doni, para tersangka ini terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan.

Diantara yang diamankan pihaknya ini tak ada yang statusnya residivis.

“Namun ada salah satu tersangka yang inisial Zey mengedarkan pil tramadol dan heximer. Yang bersangkutan adalah wakil ketua salah satu geng motor,” terangnya.

“Dengan ditangkapnya Zey, kita dalami bahwa yang dilakukan tersangka ini menjual obat keras terlarang kepada anggota geng motornya yang dijual per 3 butir Rp10.000. Ini harga memang terjangkau untuk anggotanya agar efeknya menimbulkan keberanian,” sambungnya.

Doni menambahkan, untuk 6 tersangka lainnya adalah FN (30), warga Mangkubumi yang menjadi pengedar sabu dengan barang bukti 0,2240 gram.

MA (27) warga Cibeureum yang menjadi pengedar tramadol dengan barang bukti 88 butir serta 9 butir pil clorilex, G (25) warga Mangkubumi dengan barang bukti 4 butir Clorilex.

Sedangkan 3 tersangka lainnya adalah inisial ADS (28) warga Cihideung, FS (27) warga Mangkubumi dengan barang bukti tramadol 76 butir dan 500 butir heximer, serta WS warga Parungponteng dengan barang bukti 26 gram sabu.

“Para pengedar obat terlarang dikenakan pasal 196 Jo 197 Undang-Undang Nomor 36 tentang Kesehatan dengan maksimal kurungan penjara 10 tahun.

Sedangkan pengedar sabu dikenakan pasal 112 ayat 1 Jo 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.