Memburu Kursi Nomor Satu Karang Taruna

Wakil Rakyat Vs Tokoh Pemuda Deadlock

70

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BUNGURSARI – Pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya periode 2018-2023 berakhir deadlock. Dua kandidatnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tamansari Wahid dan Ketua Karang Taruna Kawalu Hery Sulihudin mendapat suara sama. 6-6.

Hal itu diketahui pada puncak kegiatan Temu Karya III di Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (30/10). “Hasil putusan sidang pemilihan belum bisa ditentukan siapa yang menakhodai organisasi lima tahun ke depan. Akan dikonsultasikan terlebih dulu dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya serta pengurus Provinsi Jawa Barat,” papar Sekretaris Organization Committee (OC) Temu Karya III Arif Abdul Rohman kemarin.

Arif membeberkan Wahid yang juga sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya itu mendapat dukungan dari Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cihideung, Cibeureum, Tamansari, Bungursari, Tawang dan Purbaratu. Sementara, Hery, tokoh muda Kawalu mendapat dukungan dari pengurus Kawalu, Cipedes, Indihiang, Mangkubumi, Pengurus Kota Tasikmalaya serta Provinsi Jawa Barat.

“Sebetulnya representasi kecamatan mengarah pada Wahid. Sayangnya karena sesuai tata tertib sidang pengurus kota maupun provinsi memiliki hak pilih. Harusnya sih dalam hal ini kota dan provinsi bisa netral di posisi ini,” tuturnya yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Cihideung.

Awalnya, kata Arif, kandidat yang dicalonkan adalah Wahid dan Demisioner Sekretaris Umum Karang Taruna Kota Tasikmalaya yakni Asep Ishaq. Hanya saja, dalam persyaratan tata tertib, kandidat diharuskan pernah menjadi pengurus selama satu periode di tingkat kota.

Kemudian pernah menjabat satu periode sebagai ketua kecamatan, sehingga jumlah kandidat secara otomatis terbatasi. “Karena Asep Ishaq tidak pernah menjabat ketua kecamatan, kawan-kawan pengurus kota mendelegasikan Hery yang posisinya sama dengan Wahid,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Demisioner Karang Taruna Kota Tasikmalaya Rahmat Durahmat SH menjelaskan dalam Temu Karya tidak hanya agenda pemilihan ketua maupun pengurus baru. Jauh lebih penting membuat rencana dan program kerja lima tahun ke depan selaku organisasi sosial (Orsos). “Saya yang sudah dua periode menjabat ketua, tidak mungkin maju kembali. Silakan siapa pun yang nantinya menjabat, selain mampu memimpin juga dianggap mampu melaksanakan program yang sudah dituangkan dalam diskusi,” harapnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.