Wakil Wali Kota Banjar Merasa tak Dianggap dalam Rotasi-Mutasi Pejabat

283
0
PELANTIKAN. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dan Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Ramdan Kalyubi saat memberi selamat kepada tujuh kepala OPD yang baru dilantik di Pendopo Kota Banjar Kamis (10/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
PELANTIKAN. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dan Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Ramdan Kalyubi saat memberi selamat kepada tujuh kepala OPD yang baru dilantik di Pendopo Kota Banjar Kamis (10/12). Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana bersuara terkait pelaksanaan rotasi mutasi dan pelantikan pejabat tinggi pratama yang digelar di Pendopo Kota Banjar Kamis (10/12). Nana mengaku dirinya selalu dikangkangi atau dilangkahi dalam pelaksanaan rotasi dan mutasi.

Nana mengaku tidak diajak berunding dalam menentukan rotasi pejabat ASN. Bahkan, kata dia, pada pelaksanaan rotasi mutasi kemarin, ia tidak diberikan data pejabat yang dirotasi dan dilantik oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD).

“Ini sudah tidak normal. Saya sampaikan rotasi ini tidak normal. Saya sebagai wakil wali kota tidak diberi kesempatan untuk berunding. Sudah lima kali saya menyampaikan masukan-masukan, namun tidak pernah digubris,” kata dia.

Baca juga : Siswa SD di Kota Banjar Ikut Simulasi UBKD

Politikus Partai PDI Perjuangan ini pun mengaku tidak pernah dilibatkan dalam rapat pembahasan dan persiapan rotasi mutasi dan pelantikan pejabat.

loading...

“Masukan dari saya dianggap tidak penting. Harapan saya coba lah untuk rotasi pejabat minimal eselon 3 saya diajak rembukan. Ini kan tidak. Ketidaknormalan ini masih terus berlangsung,” katanya yang mengaku tidak pernah dilibatkan dalam empat kali rotasi pejabat.

Kinerja dan unsur Baperjakat dalam proses rotasi mutasi juga menjadi pertanyaannya. Menurutnya, rotasi mutasi jabatan masih dilakukan dengan cara-cara lama, prematur.

“Saya bersama wali kota kan dalam Pilkada juga sepaket. Ini dalam menentukan kebijakan, saya tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan-pandangan saya. Ketidaknormalan masih berjalan, itu intinya,” kata dia.

Setidaknya, kata dia, masukan-masukannya penting untuk kinerja pegawai. Jalannya program-program dinas, dan output-nya, visi misi yang disodorkan untuk masyarakat Kota Banjar bisa tercapai. “Saya tidak mau hadir dalam pelaksanaan rotasi mutasi juga. Mau ngapain. Masukan-masukan saya tidak dianggap,” tegas Nana. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.