Wakil Wali Kota Banjar Tak Diberi Data Rotasi Pejabat, Ada ASN Suami Istri di Satu Dinas

121
0
istimewa. PELANTIKAN. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat melantik beberapa pejabat beberapa waktu lalu. Proses rotasi jabatan itu mendapat sorotan dari wakil wali kota.
istimewa. PELANTIKAN. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat melantik beberapa pejabat beberapa waktu lalu. Proses rotasi jabatan itu mendapat sorotan dari wakil wali kota.
Loading...

BANJAR – Rotasi dan mutasi jabatan pada digelar 10 Desember lalu diduga mengenyampingkan Daftar Urut Kepangkatan (DUK). Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana pun mengaku mendapat laporan soal itu.

“Saya sudah mendapat laporan terkait DUK yang dilanggar. Kemudian ada ASN suami-istri yang ditempatkan satu dinas. Ini bukti ketikdaknormalan pelaksanaan rotasi dan mutasi,” kata Nana Suryana, Minggu (13/12).

Nana mengaku tidak diberikan data oleh BKPPD soal rotasi ASN dipidahkan dan ditempatkan dimana saja. Sehingga pantas, rotasi dianggapnya tidak normal. Sebab, masukan-masukan yang telah ia sampaikan tidak pernah didengar. Kemudian dia juga tidak pernah diajak berunding soal ASN yang akan dirotasi ke organisasi perangkat daerah (OPD) mana saja.

“Saya mendengar hasil rotasi ini ada suami-istri dalam satu dinas, kemudian saya juga mendengar ada pejabat yang pangkatnya terlangkahi. Kabidnya 4A, tapi sekdisnya 3D. Nah kekeliruan ini kan jika dilaksanakan prosesnya dengan benar secara bersama-sama, kan bisa dikoreksi, siapa layak dimana. Saya gak ada kepentingan apa-apa,” kata Nana Suryana.

Baca juga : Kisruh Rotasi-Mutasi antara Wali Kota Banjar & Wakil, Begini Kata Ade Uu..

Loading...

Nana mengaku Banjar ingin maju di bawah kepemimpinan ia sebagai wakil wali kota. Jika Banjar maju dalam segala aspek, manajeman talenta harus dilaksanakan. Siapa layak dimana untuk mendukung program-program visi misi.

“Padahal dalam pemilihan kepala daerah itu saya satu paket dengan wali kota. Mestinya saya tahu penempatan ASN itu. Saya tidak diajak rapat menempatkan orang-orangnya, setidaknya saya diberitahu data. Itu yang normalnya, makanya kemarin saya mengatakan ini tidak normal, ini keterlaluan. Saya jelas kecewa apalagi hasilnya ada pejabat yang terdzolimi dan penempatan suami-istri dalam satu dinas,” kata wakil wali kota.

Atas kejadian ini, Nana akan mengusulkan untuk diterapkan manajemen talenta yang seperti sudah diterapkan oleh provinsi.

“Manajemen Talenta ASN adalah sistem manajemen karier ASN yang meliputi tahapan akuisisi, pengembangan, retensi dan penempatan talenta yang diprioritaskan untuk menduduki jabatan target berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja tertinggi melalui mekanisme tertentu yang dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Kepala BKPPD Banjar Kaswad sebelumnya mengatakan hanya pelaksana dari kebijakan yang diperintahkan. “Saya hanya pelaksana,” kata H Kaswad dalam pesan WhatsApp beberapa waktu lalu.

Soal penempatan pejabat ASN yang terlangkahi, Kaswad mengakui itu tidak masalah sebab kepala bidang atasan langsungnya ke kepala dinas bukan ke sekretaris dinas. “Engga ada yang terlangkahi. Kabid mah atasan langsungnya kadis,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.