Wali Kota Akan Bentuk Timsus Mengenai Perkelahian Pegawai Inspektorat

295
0
Drs H Budi Budiman

CIHIDEUNG – Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman memberi perhatian serius terhadap kasus perkelahian dua pegawai Inspektorat pekan lalu. Buktinya, wali kota yang baru dilantik untuk periode kedua ini menginstruksikan Wakil Wali Kota H M Yusuf membentuk tim khusus (timsus) untuk menangani kejadian yang menyita perhatian publik tersebut.

Wali kota menyatakan perkelahian aparatur sipil negara (ASN) itu merupakan kejadian memalukan. Tidak patut menjadi tontonan masyarakat. Abdi negara yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakat justru tercoreng lantaran urusan pribadi yang diluapkan di tempat kerja.

“Itu memalukan. Saya sudah instruksikan wakil wali kota yang erat kaitannya dengan bidang pengawasan serta pembinaan PNS (pegawai negeri sipil) untuk turun langsung ke Inspektorat. Nantinya, persoalan ini akan ditangani timsus dari setda,” ujarnya di sela monitoring dan evaluasi proyek rehab serta peningkatan kapasitas drainase di Jalan HZ Mustofa Sabtu (18/11).

Dia menilai kejadian tersebut tidak memungkinkan apabila hanya ditangani Inspektorat. Perlu timsus yang akan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan serta Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD). Apalagi perkelahian itu menimpa dua pegawai di instansi yang fokus memelototi tindak-tanduk PNS serta kegiatan dinas-dinas.

“Kita tarik ke timsus saja untuk melakukan berita acara pemeriksaan (BAP). Sebab, apabila ditangani Inspektorat terlalu subjektif. Yang BAP dari Inspektorat yang di BAP pegawai Inspektorat juga,” terangnya.

Budi menjelaskan penanganan kasus perkelahian oleh timsus supaya lebih jelas dan objektif dalam menentukan siapa yang dinyatakan bersalah sehingga dapat diberi sanksi sesuai dengan Undang-Undang ASN.

Dia mengimbau agar pegawai bisa saling mengingatkan dalam pekerjaan, terutama terhadap rekan satu instansi. Sekalipun ada persoalan pribadi, diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak dilakukan di kantor.

“Yang salah tentu kena sanksi. Saya ingin ini kejadian terakhir. Seharusnya rekan kerja itu saling mengingatkan dalam pekerjaan. Kalaupun ada masalah pribadi, jangan di kantor dong,” tuturnya dengan nada tinggi.

Secara terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Aslim SH berharap pemkot segera menangani persoalan tersebut sehingga tidak menyebar ke ranah lain. Terlepas apa pun motif yang memicu perkelahian tersebut, sangat tidak pantas dilakukan ASN.

“Kita harap ini menjadi kejadian pertama dan terakhir, aparat satu kantor baku hantam. Inspektorat itu harusnya jadi contoh,” tegas dia.

Sebelumnya diberitkan, dua pegawai Inspektorat Kota Tasikmalaya berinisial SS yang menjabat sebagai Auditor Pengawas Pemerintahan Madya dan FG, Irban III diketahui berkelahi di ruang kerja FG pada Selasa (14/11) sekitar pukul 09.00 WIB tepat saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih periode 2017-2022 dilantik di Gedung Sate, Bandung. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.