Soal Keluarga Yeni yang Tinggal di Bekas Kandang Sapi, Begini Kata Wali Kota Banjar..

105
0
Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih

BANJAR – Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih akhirnya angkat bicara soal keluarga Cecep dan Yeni di Dusun Sukahurip RT 02 RW 01 Desa Langensari Kecamatan Langensari.

Orang nomor satu di Kota Banjar ini sebelumnya tidak mendapat laporan ada warga yang tinggal di bekas kandang sapi.

Kata wali kota, keluarga Yeni pun tidak melaporkan kondisi yang sebenarnya kepada pemerintah setempat, yakni RT, RW dan desa bahwa merupakan transmigran yang kembali lagi menjadi warga Kota Banjar.

“Yang bersangkutan (keluarga Yeni) begitu datang juga harusnya laporan, jadi kita bisa segera menanggulangi,” ujarnya.

Baca Juga : Ada 1 Keluarga Tinggal di Bekas Kandang Sapi, Bukti Lemahnya Sistem di Pemkot

Tapi meski demikian pihaknya akan tetap membantu keluarga tersebut. “Sudah dibantu kan. Kita mau membantu RTLH (rumah tidak layak huni) juga terkendala lahan, yang memang keluarga bu Yeni ini tidak memiliki lahan sendiri, kendalanya kan itu selama ini,” kata Wali Kota usai menghadiri HUT Bhayangkara di Lapang Bhakti Taman Kota Banjar Rabu (10/7).

Soal pendataan, wali kota menilai Disdukcapil sudah maksimal. Hanya saja data setiap harinya bisa berubah-ubah. Ia menekankan kepada pemerintah setempat mulai RT, RW hingga desa dan kecamatan memaksimalkan pembaruan data warga miskin. Sehingga ke depannya tidak ada lagi kejadian seperti ini.

“Kita kan ada bantuan rastra, ada bantuan uang sekolah untuk anak-anaknya yang masih sekolah di SMP itu. Ini bisa lah secepatnya kita tangani. Sekarang inovasi program pengentasan kemiskinan kan banyak, cuma memang kendalanya selama ini kan soal miskomunikasi saja, hingga yang bersangkutan belum menerima bantuan,” katanya.

Sementara itu, Cecep Gunawan mengaku sejak awal sudah melakukan pendaftaran kependudukan di Kota Banjar. Hasilnya dia bersama keluarga mendapat KTP dan KK sejak Januari 2019.

Namun soal bantuan, Cecep mengaku tidak mau merepotkan pemerintah maupun lingkungan sekitar. “Abdi mah alim ngarepotkeun sasaha terutami pihak pamarentah, tos tiasa nyalikan iyeu (bekas kandang sapi) oge tos bingah. Hatur nuhun pisan kanu gaduh iyeu tempat,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.