Wali Kota Tasik: Disdik Harus Evaluasi Program Study Tour! Kasus Delis Harus Jadi Contoh

220
0

KOTA TASIK – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengapresiasi langkah Polres Tasikmalaya Kota yang berhasil mengungkap terang benderang kasus pembunuhan siswi SMPN 6, Delis (13).

“Kami apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Tasikmalaya Kota yang berhasil mengungkap kasus meninggalnya siswi SMPN 6 ini,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com yang dihubungi melalui ponselnya, Kamis (27/02) sore.

Terang dia, pihaknya akan segera meminta Disdik untuk mengevaluasi terhadap kegiatan di luar sekolah.

“Evaluasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan study tour sebagai ekstrakurikuler,” terangnya.

Berita terkait : Kadisdik dan Wakasek SMPN 6 Kota Tasik Beda Pendapat Soal Study Tour yang akan Diikuti Delis

“Artinya tolong dievaluasi dan dikaji kegiatan seperti itu oleh pihak sekolah diseluruh tingkatan. Apalagi yang meyangkut pembiayaan. Karena jadi beban bagi anak-anak kita dan keluarga,” sambungnya.

Selama ini, beber dia, pemerintah begitu konsen di dunia pendidikan karena jangan sampai ada anak-anak tak mengenyam pendidikan.

Berita terkait : Siswi SMPN 6 Kota Tasik Dibunuh Bapaknya, Kadisdik: Study Tour Bukan Program Sekolah dan Tak Wajib!
Berita terkait : Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Dibunuh Bapaknya, Motifnya Biaya Study Tour Rp100 Ribu

“Makanya, ada bantuan-bantuan dari pemerintah untuk yang tidak mampu. Baik itu beasiswa, dana bos, kartu Indonesia Pintar dan lain sebagainya,” bebernya.

Artinya, tambah Budi, bagi yang miskin juga jangan sampai tidak sekolah karena pemerintah membiayai.

Tapi di sisi lain kalau sudah masuk ke sekolah kadang-kadang lupa bahwa ada kegiatan yang disamakan untuk pelajari yang mampu dan tidak mampu.

“Jadi manakala ada kegiatan study tour kadang-kadang semua anak-anak ingin ikut. Mestinya disinilah sekolah sudah mengetahui bahwa kondisi siswanya beragam. Khusus untuk biaya sekolahnya sajakan sudah disubsidi oleh pemerintah. Makanya kadang-kadang ada kegiatan study tour ini mereka lupa,” tambahnya

Jadi dalam kasus ini, tegas dia, harus dievaluasi soal program study tour. “Apalagi saya dengar kasus Delis ini karena kurang uang Rp 100 ribu untuk study tour. Hanya dengan uang kurang Rp 100 ribu saja, terjadi hal semacam ini,” tegasnya, seraya enggan menjelaskan apakah program study tour ini apakah program Disdik atau pihak sekolah.

Dia menandaskan, kedepan kasus Delis karena motifnya study tour ini jangan sampai terulang dikemudian hari.

“Agar membuat kegiatan itu disesuaikan dengan kondisi si pelajarnya. Karena kan beragam kondisi ekonomi para siswa di keluarganya,” tandasnya.

Apalagi, tukas Budi, namanya juga manusia, semua pasti ada rasa gengsi dan malu. “Atau kita yang harus peka. Jadi tolong evaluasi semacam kegiatan seperti study tour atau ekstrakulikuler ini agar tak menjadi bencana. Ini ada hikmahnya,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.