Wali Kota Tasik & Keluarga Sempat Diserang DBD

167
0

KOTA TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mengumpulkan seluruh kepala puskesmas, perwakilan seluruh pimpinan rumah sakit, camat dan para lurah untuk membahas penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD), Kamis (25/06).

Wali Kota Tasik, Budi Budiman memerintah agar di tengah pandemi Covid-19 (Corona), kasus DBD juga jangan dilupakan serta harus cepat ditangani.

Apalagi hingga kemarin kasusnya sudah merenggut 16 nyawa dan 11 diantaranya adalah usia Balita.

“Tolong DBD jangan dilupakan. Ini harus kita tangani juga. Apalagi sudah ada yang meninggal,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com usai memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) tersebut di Grand Metro Hotel.

Terang dia, fogging atau pengasapan itu efektif membunuh nyamuk Aedis Agepty ketika dilakukan di siang hari jam 10.00 WIB hingga jam 15.00 WIB. Tapi jentik nyamuknya tak bisa dibunuh oleh fogging.

“Fogging itu efektif dari jam 10 siang hingga jam 3 sore. Yang penting gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dilakukan dan diingatkan ke masyarakat,” terangnya.

Dia juga mengingatkan dan memerintahkan agar pihak kelurahan dan kecamatan bergerak juga mengingatkan PHBS untuk menanggulangi DBD seperti menanggulangi Covid-19.

“Jangan sampai kita tetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena anggaran tanggap darurat sudah minim (digunakan Covid). Kalau sudah jadi KLB kan jadi tanggungjawab kita. Itu berat,” tegas Budi.

“Makanya saya harap pa Kadinkes evaulasi juga Puskesmas yang nol DBD kasih apresiasi. Karena saya melihat statistik. Tekan angka kematiannya. Lepas kasus tinggi, yang penting warga kita selamat. Jangan ada yang meninggal lagi. Covid tak ada kasus meninggal lagi, Alhamdulillah. DBD jangan tambah yang meninggalnya,” sambungnya.

Tambahnya Budi, DBD itu sudah ada obatnya tetapi kuncinya harus cepat tertangani dan jangan terlambat ditangani.

“Rakor ini harus ada tindaklanjut bukan seremonial belaka. Alhamdulillah saya lihat ada Puskesmas yang nol kematiannya,” tambahnya.

Budi pun mengakui angka kasus DBD yang mendekati 700an ini belum seperti di tahun 2016 mencapai 759 kasus.

“Tinggal yang lain ayo kita bergerak dan jangan sampai terlambat. Edukasi juga masyarakat jangan lupa soal pentingnya PHBS,” jelasnya.

Tukas Budi, DBD di tahun ini dirinya serta keluarganya turut menyumbang angka kasusnya.

Sebab beberapa waktu lalu dia sempat terserang DBD. “Saya juga turut sumbang angka kasus DBD tahun ini. Empat orang termasuk saya sekeluarga diserang DBD,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

Baca juga : Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Mati Akibat DBD
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.