Wali Kota Tasik Minta KIM Lebih Berkontribusi

57
0
KOMPAK. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman dan Dinas Kominfo serta pengurus KIM Kota Tasikmalaya usai bersilaturahmi di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (14/10). Diskominfo Kota Tasikmalaya

BUNGURSARI – Simpang siurnya informasi yang beredar di masa pandemi Covid-19, kerap menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Untuk itu, perlunya informasi seimbang dan faktual yang masif disampaikan ke publik di tengah gencarnya informasi tidak utuh dan bahkan hoax.

Baca juga : Hasil Uji Lab Keracunan Massal di Mangkubumi Kota Tasik Belum Keluar

Hal ini ditegaskan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, saat menerima silaturahmi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, peran komunitas ini sebagai mitra pemerintah dalam penyampaian informasi publik dan jembatan aspirasi.

“Nah, kami harap, pengurus saat ini bisa berkontribusi terhadap masyarakat, sebab saat ini kita tidak terlepas dari gencar dan cepatnya teknologi informasi,” ujar Budi di ruang kerjanya, Rabu (14/10).

Loading...

Menurutnya, KIM yang terstruktur sampai ke level kelurahan harus mengambil peran dalam penyampaian informasi ke publik di berbagai tingkatan.

Komunitas ini adalah aset yang bisa menjembatani informasi, terutama masifnya informasi hoax di sosial media dan broadcast WhatsApps.

“Jadi bisa sampaikan informasi tentang pembangunan, program pemerintah. Termasuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, berdasarkan data, fakta dari sumber yang dapat dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Ia mengakui belakangan ini kerap terjadi kegaduhan, berkaitan bantuan sosial (bansos), isu pasien positif, kemudian terhangat Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Ia mendorong KIM yang secara struktur bisa mencapai seribu personel dari tingkat kota sampai kelurahan a masif terjun ke publik.

“Kita ketahui KIM ini mengakar sampai kelurahan, 1 kelurahan itu ada 10 orang. Nah bagaimana ketika pandemi ini, info-info bikin gaduh bisa diluruskan, hoax bisa di tangkal agar masyarakat tidak termakan isu atau informasi yang tidak benar,” tuturnya.

Baca juga : Santriwati Ponpes Idrisiyyah Tasik Dibekali Ilmu Agama & Kewirausahaan

Budi berharap KIM bisa mengaktifkan website yang sudah dimiliki saat ini. Berkoordinasi dengan Diskominfo dalam mengupdate informasi baik pembangunan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan.

“Harus menjadi tempat bertanya bagi publik, di mana informasinya dapat dipercaya. Jangan sampai berita di medsos yang justru dipercaya warga, sementara faktanya tidak begitu. Ini untuk mencerdaskan masyarakat dan menangkal hoax,” harap Budi. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.