Wali Kota Tasik Non Aktif Dituntut 2 Tahun Penjara

123
0
H Budi Budiman
H Budi Budiman
Loading...

TASIK – Persidangan kasus suap Wali Kota Tasikmalaya non aktif H Budi Budiman sudah memasuki tahap tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (10/2/2021). Politisi PPP itu dituntut untuk dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari informasi yang dihimpun Radar, sidang perkara kasus suap itu masih terus berproses. Sebelumnya, majelis hakim sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi baik yang memberatkan maupun meringankan.

Kuasa Hukum H Budi Budiman, Bambang Lesmana SH MH mengaku tidak menerima dengan tuntutan dari jaksa. Dia pun akan menyiapkan pledoi atau pembelaan sebagai bahan pertimbangan majelis hakim. “Langsung akan kami siapkan pledoi-nya untuk dibacakan hari Rabu depan (17/2/2021),” ujar saat dikonfirmasi Radar, kemarin.

Pembelaan yang akan dilakukan pihak terdakwa, kata dia, bukan tanpa alasan. Bambang tetap menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menjanjikan apapun kepada Yaya Purnomo. “Tidak pernah ada komitmen apa-apa,” ujar Bambang menjelaskan.

Justru, lanjut Bambang, H Budi terus ditekan untuk memberikan uang pengertian. Karena instruksi itu, datang dari Rommy (Romahurmuzziy) yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPP PPP, sehingga sebagai kader H Budi menurutinya.

loading...

“Dan itu tidak langsung (memberi uang, Red), ada jeda waktu yang lumayan lama setelah bantuan DID (Dana Insentif Daerah) cair,” jelasnya.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, Kamis 11 Februari 2021

Hal itu, sambung Bambang, sudah terungkap dalam fakta persidangan selama majelis hakim meminta keterangan kepada para saksi. Meskipun, diakuinya adu argumen tentunya selalu ada dalam setiap persidangan. “Wajar kalau adu argumen, tapi semua berjalan kondusif,” paparnya.

Bahkan usai sidang perdana, pihaknya sempat mengajukan eksepsi kepada majelis hakim. Karena beberapa poin dalam dakwaan dianggap tidak sesuai dengan kronologi sebenarnya.

Disinggung kondisi H Budi, dia menyebutkan kliennya dalam kondisi yang sangat sehat, baik dari segi fisik maupun psikis. Setiap proses persidangan pun dijalani dengan tenang dan kooperatif. “Doakan saja agar senantiasa sehat terus,” katanya.

Seperti diketahui, Wali Kota Tasikmalaya non aktif H Budi Budiman dituntut hukuman dua tahun penjara. Budi dinyatakan terbukti bersalah menyuap pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna memuluskan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Hal itu terungkap dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Rabu (10/2/2021). Dalam sidang itu, jaksa KPK menyatakan H Budi Budiman bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama Pasal 5 yat 1 huruf b Undang-Undang Tipikor.

“Menjatuhkan tuntutan hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti kurungan selama empat bulan,” ujar jaksa KPK Yoga Pratomo.

Baca juga : Jadwal Shalat Wilayah Kota Tasik, Kamis 11 Februari 2021

Jaksa menguraikan perbuatan H Budi Budiman dalam perkara ini. Sesuai dakwaan, H Budi melakukan penyuapan terhadap Yaya Purnomo dan Rifa Surya dengan nilai total Rp 1 miliar.

Yaya Purnomo merupakan pejabat di Kemenkeu yang menjabat sebagai Kepala Seksi Evaluasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Subdit Pengembangan Pendanaan Perkotaan dan Kawasan Dirjen Pertimbangan Keuangan Kemenkeu periode tahun 2017 sampai 2018.

Sedangkan Rifa Surya menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II pada Kemenkeu periode 2016-2018. Dalam kasus ini, Budi Budiman didakwa melakukan suap berkaitan dengan pengurusan DID dan DAK. Di mana kedua pejabat Kemenkeu itu bertugas mengurus persoalan tersebut.

“Memberi sesuatu, yaitu memberi uang seluruhnya sebesar Rp1 miliar, kepada Pegawai Negeri atau penyelenggara negara,” kata jaksa. (rga/fin/kh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.