Wali Kota Tasik: Pengadaan Barang & Jasa Ranking 2 Terkorup Versi KPK

80
0

KOTA TASIK – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menyatakan, pengadaan barang dan jasa tak terlepas dari adanya perkembangan serta perubahan.

Era pengadaan barang dan jasa pemerintah saat ini didasarkan kepada Peraturan Presiden (PP) Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Ini telah melahirkan nilai-nilai baru dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Senin di Grand Metro Hotel usai membuka Seminar Barang dan Jasa, Senin (25/11).

“Kondisi ini menuntut adanya suatu cara pandang baru. Pengadaan barang dan jasa tak lagi dipandang hanya sekadar proses pemilihan penyedia. Tapi ini memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan daerah,” sambungnya.

Terang Budi, perbaikan dalam proses pengadaan barang dan jasa di pemerintah merupakan suatu keharusan agar prosesnya dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan efisien dengan tata kelola yang baik.

“Ini harus dilakukan secara efektif serta efisien, serta tak menyimpang dari ketentuan peraturan yang berlaku. Mengingat volume pengadaan barang dan jasa yang relatif tinggi memerlukan dukungan kualitas dan kuantitas SDM yang memahami proses itu,” terangnya.

Sebab, tegas Budi, korupsi pada pengadaan barang dan jasa pemerintah menduduki urutan kedua dari kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangani Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK).

“Maka diperlukan upaya pencegahan sesuai amanat PP Nomor 25 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi,” tegasnya.

Budi menambahkan, sejatinya pengadaan barang dan jasa pemerintah telah bertransformasi dari tadinya dianggap sebagai pekerjaan administrasi, menjadi salah satu ‘alat’ dalam rangka mencapai tujuan pembangunan.

“Hal ini seperti tercermin dari 7 tujuan pengadaan yang terdapat pengadaan yang terdapat dalam PP Nomor 26 tahun 2018. Jadi selain harus menghasilkan barang dan jasa yang mempunyai value for money, juga miliki tujuan untuk meningkatman produk dalam negeri,” jelasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.