Wali Kota Tasik: Warga yang Belum Dapat Bantuan Harap Sabar

242
0
Drs H Budi Budiman Wali Kota Tasikmalaya

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman memohon maaf apabila ada masyarakat terdampak Covid-19 belum mendapat distribusi bantuan. Ia meminta warga bersabar, lantaran bantuan akan dikucurkan melalui beberapa gelombang.

“Yang belum dapat, mohon sabar. Sebab bantuan didistribusikan bergelombang. Sabar, tunggu waktu saja, hari ini DTKS dulu,” kata Budi saat ditemui usai kegiatan launching Pasar Cikurubuk Online di KpW BI Tasikmalaya Kamis (24/4).

Baca juga : Pemkab Tasik Beli Kendaraan Rp7,5 M, Damkar & Truk Sampah Masih Kekurangan

Menurutnya, proses verifikasi yang dilaksanakan Provinsi Jawa Barat atas usulan Pemkot yang disentralkan di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya memerlukan waktu. Supaya memastikan penerima bantuan tidak mendapat dua alokasi dari jenis bantuan lain. “Jadi kita sesuai amanat pusat semua bantuan tidak ada duplikasi. Maka diverifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tuturnya.

Dia menyebut Pemkot pun sudah menyiapkan alokasi anggaran Jaring Pengaman Sosial yang saat ini masih digodok. Nantinya, untuk menyisir warga terdampak yang tidak masuk dalam berbagai pintu bantuan baik pusat maupun provinsi. “Prinsipnya Pemkot juga sudah menganggarkan, tapi nanti itu di akhir. Menyisir warga-warga yang tidak tercover bantuan mana pun,” katanya.

Budi pun mengapresiasi atas banyaknya kepedulian agnia dan kelompok masyarakat, yang telah tanggap menyalurkan bantuan terhadap warga-warga terdampak. Baik berupa APD, masker, sembako dan lain sebagainya. “Masyarakat yang hendak berdonasi dan melakukan kepedulian, diharapkan terkoordinasikan dengan BPBD, sebab kita punya data warga-warga yang membutuhkan,” pintanya.

Baca juga : Dugaan Mark Up di Bagian Umum Pemkab Tasik, APH Tunggu Laporan Warga

Sehingga, lanjut dia, pendistribusian bantuan bisa merata dirasakan masyarakat di setiap wilayah. Meski pada teknis penyerahannya, agniya bisa melakukan secara langsung namun perlu dikoordinasikan. “Perlunya koordinasi agnia, masyarakat atau organisasi yang peduli pada warga terdampak. Teknis silakan mereka berikan langsung, cuma khawatir yang lain belum mendapatkan di wilayah-wilayah. Supaya penyebaran masif dan merata,” ucap dia.

Bantuan yang dihimpun Gugus Tugas selama ini, kata dia, apabila yang berupa sembako sebagian disalurkan terhadap keluarga Pasien Dalam Pemantauan (PDP) serta keluarga pasien yang diisolasi. “Sementara untuk APD, kita salurkan untuk kepentingan medis. Dikelola BPBD, kemudian Dinas Kesehatan mendistribusikan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya,” kata Budi. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.