Beranda Kota Tasik Wali Minta Tidak Ada Mogok Masal

Wali Minta Tidak Ada Mogok Masal

103
BERBAGI
RAKOR. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman memimpin rapat koordinasi menyikapi rencana mogok masal sopir angkot terkait keberadaan angkutan online di Bale Kota Senin (15/1).

BUNGURSARI – Pemerintah Kota Tasikmalaya langsung merespon cepat dengan adanya rencana mogok masal yang dilakukan sopir angkot terkait keberadaan angkutan online. Pemkot langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri Dishub, Satpol PP dan Damkar, Organda di ruang rapat wali kota Senin (15/1).

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budi­man mengatakan dirinya tidak berharap adanya aksi mogok masal sopir angkot. ”Saya sudah sampaikan melalui Organda agar besok (hari ini, Red) tidak ada mogok masal, karena harapan mereka sudah kami tampung,” ungkapnya.

Menurut dia pemerintah saat ini sudah memiliki peraturan atau regulasi untuk angkutan online roda empat, yang tercantum dalam Peraturan Mentri No 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Kota Tasikmalaya memiliki kewenangan untung memberikan rekomendasi perijinan ke provinsi. ”Kota Tasikmalaya sudah mendapat kuota sebanyak 122 angkutan online roda empat,” jelasnya.

Budi menjelaskan 122 angkutan online tersebut harus memiliki ijin paling lambat pada tanggal 24 Januari 2018. Jika dalam waktu yang sudah ditentukan tidak memiliki ijin jangan beroperasi. ”Sebelum memiliki ijin, kesepakatan kita adalah mereka tidak boleh beroperasi dulu,” terangnya.

Pemkot, berencana menyetarakan beban semua angkutan baik online maupun konvensional. Yakni dengan menghapuskan pembayaran tempat penampungan retribusi (TPR) di terminal bagi angkutan konvensional. ”Saya hilangkan (TPR, Red) walaupun kita akan kehilangan PAD sebesar Rp 600 juta, tapi tidak masalah lah karena kita berbicara kesepakatan (dengan Organda, Red),” ujarnya.

Sementara untuk ojek online, menurut Budi tidak memiliki regulasi atau payung hukum sama sekali seperti halnya ojek konvensional. ”Semuanya tidak berijin, namun kita sudah mengeluarkan surat edaran kepada pengusaha ojek online atau tukang ojek pangkalan agar tidak mengangkut orang, hanya diperbolehkan mengangkut barang saja,” jelasnya.

Dalam hal ini pemerintah tidak bisa melakukan tindakan apa-apa terhadap ojek online yang masih mengangkut penumpang. ”Karena tidak ada aturan hukumnya untuk bisa menindaknya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan mengatakan pemkot sudah mengirimkan surat ke Dirjen Perhubungan menanyakan terkait regulasi ojek online atau konvensional.

”Menurut informasi dari Dishub Provinsi Jawa Barat bahwa untuk regulasi roda dua diserahkan daerah, tapi ini belum pasti benar atau tidaknya,” jelasnya.

Terpisah Sekrtetaris DPC Organda Kota Tasikmalaya Asep Sutarman mengatakan bahwa para sopir angkot tetap akan melaksanakan aksi mogok masal pada hari Rabu (17/1). “Tadinya mau besok (hari ini, Red) tapi karena mau ada Presiden ke Kota Banjar, takutnya aksi yang dilakukan bisa disusupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Namun ia tetap mem­peringatkan kepada masya­rakat untuk mengantisipasi adanya mogok masal dari sebagian supir angkot di beberapa jalur.

”Karena pemberitahuan aksi tersebut nyampai secara merata atau tidak kepada supir yang lain, kalau ketua jalur semua sudah sepakat untuk demo hari Rabu,” terangnya.

Kata dia yang jadi fokus tuntutan para supir angkot adalah menolak seluruh aktivitas angkutan online yang ada di Kota Tasikamalaya. ”Karena mereka belum memiliki payung hukum dan jumlahnya lumayan banyak. Itu sangat berpengaruh kepada angkutan konvensional,” terangnya.

Sementara itu untuk angkutan online roda empat, menurut dia sudah sangat jelas regulasinya dari pusat seperti apa. ”Kalau untuk roda empat sebelum ada ijin jangan beroperasi dulu,” terangnya. (den)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.