Wali & Wakil Wali Kota Banjar Tidak Harmonis Gara-gara Ini

117
0
Dadang Darulkutni
Loading...

BANJAR – Rotasi mutasi dan pelantikan pejabat di Kota Banjar terus menuai polemik. Beberapa pihak pun kecewa lantaran dua pucuk pimpinan, yakni Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dan Wakilnya H Nana bersama Suryana menunjukkan ketidakharmonisannya terkait penempatan dan pengangkatan pejabat aparatur sipil negara (ASN).

“Kita merasa prihatin di tataran pimpinan kepala daerah, hal tersebut terus menerus menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Sejatinya antara wali kota dan wakil wali kota duduk bersama membahas persoalan tersebut agar tidak terjadi misunderstanding di antara keduanya,” kata Ketua PGRI Kota Banjar Dadang Darulkutni, Minggu (17/1).

Ia mengatakan ketidakharmonisan antara pimpinan bisa berdampak ke tataran bawah dalam hal kondusivitas dan loyalitas. Hal yang paling berbahayanya dimana akan terjadinya ketidaksolidan antar pegawai (broken loyality), yang satu pro ke wali kota dan sebaliknya.

“Baiknya persoalan rotasi mutasi berpijak pada aturan yang berlaku. Sekalian dibuka saja tentang kewenangan masing-masing, antara wali kota dan wakil wali kota. Jangan sampai tertukar antara aturan dan etika,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjar Tri Pamuji Rudianto mengatakan pelaksanaan rotasi mutasi yang dilaksanakan terlalu cepat. Sebab, pada Desember 2020, telah dilaksanakan rotasi mutasi besar-besaran.

loading...

“Masih segar dalam ingatan kita pada Desember yang lalu Pemerintah Kota Banjar melaksanakan rotasi, mutasi dan promosi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Banjar. Ini tentu menjadi pertanyaan masyarakat, dalam waktu yang sangat pendek, cuma berbeda selang sebulan, wali kota melakukan rotasi, mutasi dan promosi kembali untuk pejabat Banjar,” kata Wakil Ketua DPRD Banjar Tri Pamuji Rudianto, Minggu (17/1).

Ia menerangkan secara sederhana tentu wajar apabila timbul pertanyaan besar di masyarakat. Apalagi dilaksanakan di tengah PSBB di Kota Banjar. “Jangan sampai rotasi, mutasi dan promosi pejabat justru menghambat lancarnya penangan Covid-19 di Banjar,” kata dia.

Baca juga : Wakil Walikota Banjar: Tak Pernah Diajak Berunding dalam Rotasi Pejabat

Ke depan dirinya berharap menjadi pertimbangan utama terkait keefektifan manajemen PNS, sehingga menunjang kinerja pemerintah daerah secara maksimal, bukan malah sebaliknya. Walaupun secara kewenangan dan tata aturan tidak melanggar, tapi pertimbangan keefektifan untuk jadi pertimbangan.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar kembali melakukan rotasi dan mutasi pejabat administrasi dan pengawas setingkat kepala bidang dan kepala seksi. Sebanyak 35 pejabat masuk dalam pelantikan rotasi dan mutasi di aula Setda Kota Banjar tersebut, Jumat (15/1).

Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana kembali merasa tidak dianggap. Ia mengaku seperti biasa hanya mendapat surat undangan pelantikan tanpa diajak berunding terlebih dahulu dalam menempatkan posisi 35 pejabat tersebut.

“Saya mah seperti biasa tidak diajak berunding. Hanya diundang. Tapi saya nggak akan hadir, Kang,” kata Nana Suryana saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan rotasi mutasi dan pelantikan tersebut, kemarin.

Ia mengatakan proses merotasi pejabat di Kota Banjar masih tidak sehat dan tidak baik-baik saja. Prosesnya tidak berjalan dengan transparan. Dirinya mengaku sudah lima kali tidak dilibatkan. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.