Warga Banjar Kolot tak Menolak Jasad Terpapar Corona, Asal Bukan Orang Luar

935
0

BANJAR – Warga Lingkungan Banjar Kolot RT 01 RW 11 Kelurahan/Kecamatan Banjar melakukan musyawarah dengan camat, lurah, kankemenag, dinas terkait, perwakilan ulama, tokoh masyarakat dan dikawal TNI dan Polri. Musyawarah menyusul adanya penolakan pemakaman pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dipatiukur.

Awalnya spanduk penolakan sempat terpasang di depan TPU Dipatiukur. “Sebelumnya warga disini (Banjar Kolot, Red) menolak proses pemakaman pasien virus corona. Namun setelah riung bersama, ada pencerahan dan masukan sehingga kami paham dan meralat kembali penolakan tadi,” ujar tokoh masyarakat Wahyudin.

Baca juga : Belum Sediakan Fasilitas Kesehatan, Satpol PP Banjar Awasi Perusahaan & Klinik

Pihaknya menerima apabila ada yang meninggal akibat Covid-19 dimakamkan di TPU Dipatiukur asalkan merupakan warga Banjar. Namun warga menolak jika ada jenazah dari luar kota.

Dia mengatakan rencana pemasangan portal di depan masuk TPU Dipatiukur akan tetap dilakukan. Hal itu untuk mengantisipasi jangan sampai ada warga dari luar Banjar masuk ke Lingkungan Banjar Kolot. “Bukan kami tidak menerima, tapi kita juga masih ada bahkan sampai anak cucu. Jadi dimohon kerjasamanya,” tandas dia.

Lurah Banjar Irfan Fauzi mengatakan warganya sempat menolak. “Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah paham, setelah dilakukan duduk bersama memberikan informasi yang jelas ke warga sehingga tidak ada yang salah paham lagi,” tuturnya.

Kata dia, warga hanya menginginkan adanya regulasi tentang penempatan pemakaman jenazah Covid-19. Warga tidak menolak jika ada yang meninggal dimakamkan di sana, asal warga Banjar.

Terkait portal yang akan dipasang, tidak ada kaitannya dengan pemakaman jenazah PDP. Hanya saja itu untuk mengatur akses keluar-masuk warga supaya bisa terpantau. “Mudah-mudahan aman dan tidak ada masalah lagi. Kita juga berharap tidak ada korban Covid-19 yang meninggal dari warga Banjar,” ujarnya.

Baca juga : Saat Dilanda Corona, Pemkot Tasik Masih Sempat Geser & Lantik Pegawai

Kankemenag Kota Banjar H Badruzaman SAg mengatakan berdasarkan surat edaran yang baru tidak ada lagi pembatasan jarak proses pemulasaraan jenazah Covid-19. “Proses pengurusan jenazah Covid-19 kan ditangani di rumah sakit dengan protokoler kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu panik virus akan menularkan ke yang masih hidup. Karena sudah meninggal pasti virusnya juga ikut mati,” jelasnya.

Kapolsek Banjar Kompol Dadi Suhendar SH mengapresiasi masyarakat Banjar Kolot karena tidak menolak pemakaman jenazah Covid-19. “Alhamdulillah musyawarah tadi (kemarin, Red) berjalan lancar dan aman. Masyarakat pun menerima setelah diberi pemahaman oleh Kemenag dan lainnya,” tutupnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.