Warga Bantarkalong Tasik Resah, Pasien Positif Covid-19 Berkeliaran

2731
2
BANTARKALONG
Tokoh Masyarakat Desa Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Toha Mustofa

BANTARKALONG – Masyarakat di Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah, mengaku cemas dan khawatir terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah Tasik Selatan.

Pasalnya masih ada warga yang diduga terpapar positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, masih bisa berkeliaran dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya sehingga dikhawatirkan menyebarkan virus.

Tokoh Masyarakat di Desa Bantarkalong, Toha Mustofa MPd meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih ketat dalam pengawasan terhadap pasien atau warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Disadari atau tidak, bahwa virus Covid-19 sekarang masih tetap merebak dan menyerang kehidupan masyarakat. khususnya di kecamatan yang banyak terkonfirmasi positif. Ini khawatir menyebar ke wilayah lain,” ungkap Toha, saat menghubungi Radar, Jumat (07/ 08).

Penyebaran virus Covid-19 di kecamatan tersebut, kata dia, masih tetap terjadi, artinya dalam penanganannya jangan sampai tidak maksimal atau tidak terkendali sepenuhnya, terutama oleh tim gugus tugas.

Bahkan, ungkap dia, sesuai fakta di lapangan di Desa/Kecamatan Bantarkalong diakui sudah ada informasi bahwa satu orang warga dinyatakan terpapar positif Covid-19.

Loading...

Pertanyaannya apakah ada cara efektif dan efisien untuk penanganan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jadi masyarakat terpapar Covid-19 harus diperhatikan dan diperlakukan sama oleh pemerintah daerah atau tim gugus tugas.

“Bahkan di kecamatan tetangga, faktanya dan banyak saksi yang melihat warga yang statusnya terpapar positif yang sedang menjalani isolasi mandiri, masih bebas keluar rumah,” keluh dia.

Walaupun diakui, jelas dia, ada perjanjian atau tanda tangan diatas materai warga terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tim gugus tugas atau RT Siaga, yang siap dan dipantau selama menjalankan isolasi mandiri di rumah.

“Kami memohon kepada tim gugus tugas di berbagai tingkatan agar tetap siaga terutama petugas dinas berwenang untuk memantau lebih ketat,” katanya.

“Kalau bisa berikan sanksi kepada yang sedang diisolasi baik secara mandiri maupun oleh pemerintah kalau ada yang melanggar,” harap dia.

Kemudian, lanjut dia, diharapkan dalam pelaksanaan Swab PCR yang dilaksanakan oleh tim gugus tugas Covid-19 kepada masyarakat, hasilnya bisa cepat keluar atau jangka waktunya tidak lama.

“Hasil Swabnya harus cepat keluar, agar masyarakat yang di swab tidak ada jeda untuk berinteraksi lebih jauh dengan yang lainnya. Jangan sampai masyarakat cemas dan khawatir,” kata dia.

Jangan sampai, ungkap dia, ditengah kecemasan masyarakat terhadap penyebaran virus Covid-19, ditambah lagi permasalahan baru, tidak ketatnya pengawasan terhadap warga terpapar positif Covid-19.

“Saya secara pribadi selaku tokoh kalau bisa, minta Swab PCR untuk aparat pemerintah desa di pemerintahan desa,” ujarnya.

“Swab test ke desa-desa yang masyarakatnya sudah ada yang terpapar. Minimal kepada aparat desa. Sesuai protokol kesehatan bila terdapat masyarakat terpapar Covid-19, jangan diberikan kelonggaran untuk berkeliaran bebas karena sudah membuat pernyataan di atas materai,” mintanya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes menjelaskan, bahwa pengawasan yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19 sifatnya berjenjang.

Pengawasan dari mulai tingkat kabupaten, kecamatan, desa sampai RT Siaga termasuk keluarga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi sudah ada komitmen untuk isolasi mandiri, dengan tim gugus tugas, termasuk Puskesmas memantau setiap hari dan melaporkan ke dinas kesehatan,” terang dia.

Adapun masukan dan laporan dari masyarakat, kata Heru, akan coba ditindaklanjuti oleh tim gugus tugas Covid-19 jika memang terjadi di lapangan seperti itu.

“Kita akan minta kepada Puskesmas dan RT Siaga agar pengawasan nya lebih diperketat lagi. Jangan sampai ketika petugas kesehatan atau puskesmas mengecek ke rumah ada, ketika sudah tidak ada petugas warga tersebut keluar rumah,” terang dia.

Masyarakat, ungkap Heru, diminta tidak cemas, tim gugus tugas Covid-19 akan mengevaluasi dan berupaya lebih menekankan dan memperketat pengawasan terhadap warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Adapun soal permintaan masyarakat soal hasil Swab cepat, tambah Heru, diakui memang seluruh hasil uji Swab terhadap masyarakat pada umumnya dikirim ke Lab di Bandung, bersamaan daerah lain sehingga memakan waktu cukup lama.

“Sebagian memang bisa dilakukan cepat di RSUD SMC, namun ada keterbatasan logistik dan izin dari provinsi. Memang diakui hasil Swab di provinsi agak lama keluarnya. Maka muncul kekhawatiran orang yang di Swab kontaknya sudah kemana-mana,” ungkap dia.

Termasuk adanya permintaan masyarakat untuk Swab aparatur pemerintah desa, terang Heru, memang sasaran Swab ini sudah jelas. Ada empat tahapan.

Jadi diprioritaskan yang mempunyai ISPA-Pneumonia, tenaga kesehatan, terkontak atau terpapar Covid-19 dan tempat menetap pelayanan seperti kantor desa, kecamatan dan dinas.

Adapun soal sanksi, jelas dia, terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak taat saat menjalani isolasi mandiri, memang belum ada regulasi yang mengaturnya. Yang jelas pengawasan akan lebih diperketat.

Heru menambahkan, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana akan melakukan tes Swab massal dari pemerintah provinsi tahap kedua terhadap 1.755-an dari total populasi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Rencana 13 Agustus, kita akan mengusahakan pemeriksaan dan hasilnya di RSUD SMC, dengan logistik dari pemerintah provinsi. Agar hasilnya lebih cepat keluar,” tambah dia.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Desa Bantarkalong ataw kecamatan Bantarkalong ya?sbb desa bantarkalong ada di kec.cipatujah.sedangkan di kecamatan bantarkalong tidak ada desa yg namanya desa bantarkalong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.