Beranda Banjar Warga Bawa Replika Peti Mati ke BBWS

Warga Bawa Replika Peti Mati ke BBWS

BERBAGI
SIMBOL. Warga Desa Ancol Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya membawa replika peti mati ke kantor BBWS Citanduy.

BANJAR – Sejumlah warga Desa Ancol Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya yang mengatasnamakan Forum Leuwikeris kembali mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy kemarin (5/12). Mereka membawa replika peti mati sebagai simbol keprihatinan belum tuntasnya ganti rugi lahan makam yang terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris.
Koordinator lapangan Forum Leuwikeris Oos Kosasih mengatakan tujuan membawa replika peti mati untuk menuntut pihak BBWS Citanduy menyelesaikan ganti rugi tanah makam. “Di dalam peti berisikan kain kafan berbentuk pocong dan daftar warga pemilik lahan sebagai ahli waris,” ujarnya.
Menurutnya, ada 34 warga pemilik lahan yang terdampak pembangunan bendungan. Namun baru 11 warga yang sudah dibayarkan dari desa. “Masyarakat menuntut tanah makamnya dapat kompensasi karena harus dipindahkan ke lokasi lain. Tapi sisanya 23 lagi belum,” ujarnya kepada awak media di lokasi.
Pihaknya memohon pihak BBWS Citanduy mempercepat proses penggantian tanah tersebut. Bila tidak, pihaknya mengancam akan melakukan aksi susulan dengan massa lebih banyak ke istana, Jakarta. “Kalau memang sudah dibayarkan, mana ganti ruginya? Kenapa harus diserahkan ke desa bukan ke yang bersangkutan langsung. Kita tetap menuntut untuk secepatnya diselesaikan,” ungkapnya.
PPK Bendungan Leuwikeris Budi Prasetyo mengaku sudah melakukan proses penggantian tanah milik warga yang terdampak bendungan Leuwikeris. “Waktu proses pengadaan tanah semua sudah include. Termasuk tanah makam milik warga,” katanya.
Namun, pihaknya akan mencocokkan kembali terlebih dulu dengan data penerima kompensasi ganti rugi saat proses pengadaan. “Waktu itu kita menyerahkan ke pihak desa karena mereka yang mengurus dan BBWS hanya menerima beres siapa saja tanah warga yang terdampak. Dan kalau sudah masuk didata kami, kita tidak berikan lagi kompensasi. Kecuali kalau terlewat kita akan beri ganti rugi kembali,” jelasnya.
Dia mengaku sejauh ini sudah bekerja sesuai prosedur dan berbagai tahapan yang harus dilalui. “Kami siap jika masyarakat kurang puas. Apa yang mereka tuntut semuanya sudah ditempuh,” imbuhnya. (nto)

loading...