Warga Cihideung Tasik Jual Sabu Atas Perintah Istrinya dari Penjara

376
0

KOTA TASIK – Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tasikmalaya Kota terus memerangi peredaran narkoba.

Selama sebulan ini (Maret-April), mereka mengungkap 7 kasus. Dengan rincian 1 kasus sabu, 1 kasus ekstasi, dan 5 kasus obat keras tertentu.

Kasus sabu cukup menylitkan petugas. Pasalnya, si pelaku, Da (38), yang berprofesi buruh warga Tuguraja, Cihideung ini, sulit diciduk karena pintar bersembunyi.

Terlebih tersamgka dalam melakukan transaksi jual sabu tersebut atas dasar orderan istrinya, yang mendekam di salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat.

Diduga, istrinya masuk dalam jaringan besar peredaran narkoba nasional atau jaringan bandar residivis.

Kasat Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yaser Arafat mengakui, modus operandi pelaku ini dikendalikan dari dalam Lapas di wilayah Jabar secara terorganisir.

Loading...

“Kasus sabu ini dikendalikan dari Lapas yang tidak saya sebutkan di mana Lapasnya. Dan posisinya saat ini sudah kita kantongi namanya tinggal kita tindaklanjuti secepatnya,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (7/04) siang.

Terang Kasat, pelaku diciduk pihaknya setelah melakukan pengintaian selama 2 hari 2 malam.

“Pelaku kami tangkap di Jalan Situ Gede saat akan menempelkan sabu beserta barang bukti 10 paket sabu dalam bungkus rokok dan 16 butir pil ekstasi,” terangnya.

Tegas Kasat, pelaku pengedar maupun pengguna sabu ini dijerat pasal 112 ayat (1) Jo, 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Hukuman penjara minimal 15 tahun dan maksimal seumur hidup,” tegasnya.

Pelaku Da mengakui semua perbuatannya. Dia pun membenarkan untuk mengantarkan paket sabu kepada pemesannya atas dasar perintah sang istri.

“Jadi istri saya mengabari lewat pesan singkat. Katanya ayah ini ada kerjaan dan ngasih alamatnya saja,” tuturnya.

Dia menambahkan, dirinya sudah menjadi pengedar sabu ini kurang lebih selama 7 bulan.

“Barangnya didapat dari istri. Istri lagi di Lapas. Istri hanya ngabarin ada kerjaan ini. Saya dapat barang juga dari tempelan,” tambahnya.

Jelas dia, kemudian dia bagi-bagi lagi sabu itu menjadi beberapa bungkus kecil untuk dijual kembali.

Dari 1 bungkus sabu itu dia mendapat keuntungan sebesar Rp 100 ribu sambil dia juga menjadi pengguna sabu tersebut.

Sedangkan kasus sabu 1 lagi tersangkanya adalah Sa (32), karyawan swasta warga Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang.

Pelaku Sa ini ditangkap Satreskrim beserta barang buktinya 10 bungkus paket sabu yang disimpan dalam bungkus rokok.

Bungkus rokok itu dia sembunyikan di balik lukisan di kamar kontrakannya di daerah Cipedes serta barang bukti lainnya.

Seperti alat hisap sabu, dan lain sebagainya. Total berat bruto sabu dari Sa ini 9,1 gram.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.