Warga Cikawungading Cipatujah Tasik Diringkus Polisi, Ini Kasusnya..

10001
0
EKSPOSE. Satreskrim Polres Tasikmalaya ekspose kasus penipuan lewat situs online, Kamis (4/6). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil menangkap pelaku penipuan jasa lacak lokasi dan hack media sosial secara online asal Kecamatan Cipatujah.

Pelaku mematok tarif berbeda-beda dari mulai Rp 350.000, Rp 950.000 sampai Rp 1,2 juta.

Baca juga : Antrean Panjang Bikin SKCK di Polres Tasikmalaya

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus penipuan lewat situs online berawal dari laporan korban yang ditipu pelaku Desember 2019 lalu.

“Korban berniat menggunakan jasa lacak nomor HP lewat situs atau website www.lacaklokasiakurat.com milik pelaku, namun malah ditipu setelah mentransfer uang, pelacakannya tidak ada hasilnya,” ujarnya saat ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, kemarin.

Kemudian, lanjut dia, dari laporan para korbannya, pihaknya menyelidiki dan berhasil menangkap pelaku berinisial KP di Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah.

Loading...

Modus pelaku, kata Siswo, menawarkan jasa lacak lokasi pemilik nomor HP, menyadap aplikasi WhatsApp dan hack media sosial.

“Pelaku mematok tarif berbeda-beda untuk jasa situs pelayanan tersebut dari mulai Rp 350 ribu, Rp 950 ribu sampai Rp 1,2 juta. Namun setelah pelanggannya transfer uang ke rekening pelaku, tidak ada hasilnya dari jasa yang ditawarkan pelaku, alias ditipu,” terang dia.

Barang bukti yang diamankan, terang dia, satu buah HP milik pelaku dan bukti transaksi pelaku dengan korban melalui pesan WhatsApp.

“Dalam aksinya pelaku berkomunikasi dengan korban lewat HP dan pesan WhatsApp. Setelah deal harga dan menentukan jenis jasa, lalu korban diminta mentransfer uang sesuai tarif, setelah di transfer pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi,” papar dia.

Korbannya, kata dia, bahkan ada dari luar Jawa Barat, dengan kerugian korban hingga Rp 1 juta uang yang ditransfer kepada pelaku.

Satu orang teman pelaku masih buron dan dalam pengejaran. “Pelaku sebelumnya pernah tersangkut kasus penggelapan di Tangerang dan sempat ditahan di sana. Kini pelaku terjerat kasus penipuan lewat situs online,” jelas dia.

Pelaku, tambah dia, dijerat Pasal 28 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun.

Baca juga : 120 Calhaj dari Kampung Cimawate Sukaraja Tasik Batal Berangkat

Pelaku, KP mengaku sejak 2019 membuat situs atau website jasa lacak nomor HP, sadap WhatsApp dan hack akun medsos untuk menipu korbannya.

“Iya, jasa lacak nomor HP, sadap dan hack, namun tujuannya untuk menipu, korban diminta transfer uang, tapi tidak melayani setelah mengirim uang,” tutur dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.