Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Warga Cileungsir Ancam Tak Bayar Pajak

119
0

RANCAH – Ratusan massa yang ter­gabung dalam Aliansi Masyarakat Pe­duli Desa Cileungsir (AMPDC) Keca­matan Rancah berunjuk rasa dan beraudiensi di Gedung Tumenggung Wiradikusumah DPRD Kabupaten Ciamis, Rabu (21/11). Mereka me­nun­tut pemerintah kabupaten (pem­kab) memperbaiki Jalan Cileungsir-Karangpari pada 2019. Bila tuntutan ini tidak direalisasikan, warga mengancam tidak akan bayar pajak.

Koordinator lapangan (korlap) aksi AMPDC Dede Kurnia mengaku ada sekitar 400 warga dari Desa Bojonggedang, Karangpari dan Cileungsir yang ikut unjuk rasa. Massa meminta pemkab segera memperbaiki jalan rusak sepanjang 10 kilometer. Jalan kabupaten ini belum pernah dihotmix sejak 12 tahun lalu. “Kami hanya didatangi sama anggota dewan kalau butuh saja. Pas di saat ada pileg baru datang. Kalau jalan kami rusak tidak dihiraukan,” tutur dia.

Menurut Dede, di desanya banyak kecelakaan kendaraan akibat jalan rusak. Akses yang buruk ini juga menghambat laju perekonomian. Anak-anak yang pergi ke sekolah dan pesantren pun kurang nyaman. Maka dari itu, warga meminta pemkab merealisasikan perbaikan jalan tersebut pada 2019.

Adapun hasil unjuk rasa itu, pihaknya sudah memegang surat nota kesepahaman dari DPRD dan pemkab soal komitmen perbaikan jalan 2019. “Bila dari surat nota kesepakatan yang ditandatangani itu ingkar janji, maka kami akan boikot tidak bayar pajak dan aksi lebih besar dengan mendatangkan massa lebih banyak lagi,” ancamnya.

Tokoh masyarakat Desa Cileungsir Fifin Syarif Arifin menerangkan Jalan Cileungsir-Karangpari hanya diperbaiki sekali sejak 12 tahun lalu. Selebihnya jalan ini diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Akibat jalan butut ini juga pernah ada korban kecelakaan yang meninggal. “Makanya kedatangan kami ke sini menuntut perbaikan. Jangan sampai seperti jalan kerbau,” ucapnya.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H Nanang Permana SH menyatakan jalan tersebut sudah selayaknya diperbaiki. Idealnya perbaikan itu dimulai dari Cileungsir hingga Bojonggedang. Namun, berhubung anggarannya terbatas, perbaikan kemungkinan baru bisa direalisasikan dari Cileungsir hingga Karangpari. “Sampai saat ini perubahan anggaran 2019 belum diketuk palu,” terang dia.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Ciamis H Okta Jabal Nugraha ST M menyebutkan pada 2016, Jalur Cileungsir-Bojonggedang pernah diperbaiki. Titiknya dimulai dari Bojonggedang. Anggarannya sebesar Rp 1,5 miliar untuk memperbaiki jalan sepanjang 675 meter.

Lalu pada 2017, ada perbaikan lagi dengan anggaran Rp 500 juta. Panjangnya 500 meter dengan lebar 3 meter. Berikutnya, pada 2018, sepanjang 800 meter jalan diperbaiki dengan anggaran Rp 1 miliar.

Okta mengaku belum semua Jalan Cileungsir-Bojonggedang bisa diperbaiki. Lantaran, pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Pihaknya tengah berupaya meminta bantuan anggaran ke provinsi untuk perbaikan jalan. Nominal yang diusulkan sebesar Rp 6 miliar. “Pemerintah juga setiap tahun selalu menangani secara kesinambungan. Jalan tersebut semoga terus bisa tertangani dengan baik nantinya,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.