Warga Cilimus Ciamis Minta Segera Direlokasi

44
0
Loading...

CIAMIS – Warga Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan sudah tidak mau menempati rumahnya yang terdampak retakan tanah. Pasalnya, mereka khawatir terjadi retakan susulan yang lebih besar dan mengancam keselamatannya.

Hal itu semakin dikuatkan dengan adanya rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Barat yang menyatakan kawasan tersebut harua direlokasi.

Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Ana Rusliana mengatakan, Jumat (22/1) pagi sudah dilakukan musyawarah kecil bersama warga terdampak seperti Suhaman, Usman Suryadi, Kosasih, Emon, Rini dan Toni terkait rekomendasi Geologi untuk relokasi rumah yang terdampak retakan tanah.

Mereka semuanya secepatnya mengharapkan adanya relokasi, karena kondisi retakan terus bertambah dan semakin mengancam.

Baca juga : Parkir Berlangganan di Ciamis Harus Matang

loading...

“Kondisi hari ini rerakan terus memanjang dan mencapai 150 meter, sedangkan untuk lebar retakan mencapai 10 centi meter. Bahkan kolam ikan milik warga yang di bawah airnya tiba-tiba penuh tidak seperti biasanya,” katanya kepada Radar, Jumat (22/1).

“Melihat kondisi seperti ini dan hasil dari Geologi untuk relokasi sangat tepat, karena pergerakan tanah terus terjadi. Sehingga kerawanan bencana longsor semakin besar dan bisa mengancam warga,” ujarnya, menambahkan.

Kata dia, saat ini ada 23 rumah yang terdampak retakan tanah mengharapkan segera ada relokasi. Karena mereka mengaku sudah tidak tenang tinggal di kawasan yang rawan bencana. Kemudian kalau untuk lahan relokasi sudah ada milik pemerintah desa. “Warga pun berharap relokasi ini disertai juga dengan dana stimulan untuk membangunnya,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, kata dia, warga sudah melakukan berbagai upaya dengan menjalankan anjuran BPBD seperti menutupi retakan dengan tanah dan lainnya, tapi cara tersebut dirasa kurang efektif karena kondisi retakan terus bergerak. “Termasuk dalam waktu dekat akan bergotong royong membongkar rumah yang rusak,” katanya.

Suhaman, warga Cilimus yang terdampak retakan tanah mengakui sudah tidak lagi mau menempati rumah, karena takut terjadi retakan yang lebih besar dan menyebabkan longsor.

“Rumah sudah saya kosongkan, semua barang-barang sudah disimpan di rumah saudara. Karena saya khawtir tiba-tiba terjadi longsor. “Retakan atau pergerakan tanah yang cukup besar baru pertama kalinya terjadi di Cilimus. Karena pada 1970 pernah juga terjadi retakan, tapi kecil dan tidak berdampak parah kepada masyarakat,” katanya.

Rini, warga lainnya yang terkena dampak retakan tanah mengaku sudah tidak lagi memikirkan rumah lagi, karena memang sudah tidak bisa ditempati. Makanya sekarang lebih baik cari aman saja, daripada nyawa melayang lebih baik harta melayang. “Saya harap bisa bangun rumah lagi,” tuntasnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.