Warga Cium Ada Kejanggalan dalam APBDes

42
AUDIENSI. Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar melakukan audiensi dengan BPD Desa Jajawar di Aula kantor Desa Jajawar Jumat (7/12).

BANJAR – Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar melakukan audiensi dengan anggota BPD Jajawar di Aula kantor Desa Jajawar Jumat (7/12). Mereka menyoroti soal adanya dugaan penyimpangan APBDes tahun 2016 dan 2017.

“Diduga APBDes 2016 dan 2017 terjadi kejanggalan. Diantaranya terkait anggaran honorarium kader pos KB dan kader posyandu tahun 2016 sebesar Rp 200 ribu per kader. Dan di tahun 2017 hingga 2018 terjadi kenaikan sebesar Rp 50 ribu sehingga menjadi Rp 250 ribu per kader,” ujar ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Jajawar Bira Tawadho kepada wartawan usai audiensi. Pihaknya menyoroti itu karena dalam APBDes tahun tersebut tidak tercantum anggaran untuk kader pos KB dan kader posyandu.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan anggaran jaminan kesehatan kepala desa beserta perangkatnya. Tidak hanya itu, kata dia, pada bidang pelatihan dan pembinaan keagamaan. Dalam nomenklatur APBDes tertulis pelatihan dan pembinaan, tapi realisasi di lapangan berupa pengerjaan fisik dan pembelian barang. “Kedatangan kita ke sini (kantor desa, Red) untuk menuntut pengawasan anggota BPD yang dinilai gagal,” tegasnya.

Pihaknya pun meminta BPD tegas menyelesaikan permasalahan ini. Jika tidak, forum akan melaporkan hal tersebut langsung ke kejaksaan supaya diproses.
Ketua BPD Desa Jajawar Asep Nurdin mengatakan pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat terkait temuan warga dalam APBdes 2016 dan 2017. “Kita tampung dulu dan akan melakukan rapat internal dengan seluruh anggota BPD dan kepala desa terkait hal tersebut,” ungkapnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.