Warga dan TNI Ikuti Lomba Tarik Truk Militer

0
KOMPAK. Warga dan anggota TNI dari Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/BP Kostrad mengikuti lomba menarik kendaraan militer saat memperingati HUT RI ke-73 di Papua Minggu (19/8). Lomba tersebut menjadi satu dari sekian lomba untuk memeriahkan Agustusan.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PAPUA – Kemeriahan mem­peringati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia masih terasa hingga hari kedua. Minggu (19/8), serempak seluruh pos jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 323/BP Kostrad melaksanakan perlombaan di kampung-kampung binaannya.

Pos-pos perbatasan Satgas 323 Kostrad berada mulai Distrik Elikobel Kabupaten Merauke hingga Distrik Sesnukt Kabupaten Bovendigoel. Mereka menghadirkan perlombaan yang menarik bagi masyarakat Papua.

Salah satunya yaitu perlombaan menarik kendaraan truk dinas militer. Lomba tersebut diikuti masyarakat Kampung Asiki Distrik Jair dan anggota Yonif Raider 323.

“Lomba tarik truk militer ini untuk memberikan inovasi baru dalam meramaikan suasana peringatan kemerdekaan Indonesia di Papua,” ujar Lettu Inf Muhammad Fikri ST Han, koordinator lomba dalam rilis yang diterima Radar, Minggu (19/8).

Di tempat berbeda, secara sederhana, di Kampung Miri Distrik Jair Pos KM 30 dibawah pimpinan Lettu Inf Edy Riwanto ST Han dilaksanakan lomba menangkap ekor bersama. Lomba tersebut diikuti anak-anak perbatasan.

“Lomba ini dilakukan dengan penuh keceriaan oleh anak-anak tanpa mengenal lelah,” tulis Media Center 323.

Di wilayah Distrik Elikobel, Pos Komando Utama (Kout) Satgas 323 Kostrad juga menggelar perlombaan panjat pinang dan tarik tambang. Masyarakat Elikobel pun larut dalam kegembiraan merayakan kemerdekaan yang diaplikasikan dalam perlombaan tersebut.

“Kami mengajak warga untuk bersatu dalam perbedaan, merayakan kegembiraan menyambut kemerdekaan RI ke-73,” ujar Wadansatgas Yonif Raider 323 Mayor Inf Sujarwo.

“Makna dari perlombaan dalam setiap momen kemerdekaan adalah memaknai nilai-nilai perjuangan yang dilakukan para pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan pada masa lampau,” tambahnya.

Masa penugasan Satgas Yonif Raider 323 yang tinggal menghitung pekan memang dimaksimalkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Rasanya waktu 9 bulan tidak cukup untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Papua,” ujar Mayor Inf Sujarwo. (cep)

loading...