Warga di Kampung Baeud Garut Ikut Swab Test Massal

109
0
istimewa SWAB MASSAL. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memantau pelaksanaan swab test massal di Desa Samida.

SELAAWI – Tim Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut melakukan swab test terhadap warga di Kampung Baeud Desa Samida Kecamatan Selaawi Kamis (11/6).

Swab test dilakukan karena sebelumnya ditemukan delapan orang yang positif Covid-19.

“Kami targetkan 1.000 warga yang jalani tes swab di sini. Tes ini merupakan bagian dari fase adaptasi kebiasaan baru (AKB),” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada wartawan saat memantau pelaksanaan tes swab massal di Kampung Baeud kemarin.

Baca juga : Saat Diskusi Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi, Bupati: Tak Perlu Diributkan, Malu..

Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- mengatakan pelaksanaan tes swab massal akan dilakukan selama dua hari jika tak bisa dilakukan langsung untuk 1.000 orang.

Hasil tes swab akan diketahui dengan cepat, lantaran saat ini kapasitas pemeriksaan tes swab di Jabar telah mencapai 2.000 per hari.

“Hasilnya mudah-musahan lebih cepat didapatkan, tak sampai dua minggu seperti pada awal-awal,” terangnya.

Menurut dia, setelah pelaksanaan PSBB, saat ini Tim Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat fokus melakukan penelusuran di wilayah yang lebih kecil, seperti desa, kelurahan atau kampung yang berisiko menjadi tempat penyebaran Covid-19.

“Jadi setelah PSBB, kewaspadaan kita tidak turun, malah dinaikan,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan tes swab massal di Kampung Baeud bukan tanpa alasan.

Tes swab dilakukan atas dasar penelusuran (tracing) yang ketat oleh tim survailans.

Sebab, di kampung itu ditemukan delapan kasus positif Covid-19.

Untuk memastikan, pihaknya memutuskan untuk menggelar tes swab massal di kampung itu. Agar, jika terdapat kasus positif tambahan, dapat segera langsung ditangani.

Emil juga mengapresiasi pelaksanaan karantina mandiri atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di kampung tersebut.

Sebab, dengan karantina, penyebaran Covid-19 bisa lebih dikendalikan.

Ia menambahkan akan terus melakukan tracing kasus Covid-19. Selain fokus di desa atau kelurahan yang berisiko, pihaknya juga akan menggelar tes massal di pasar-pasar.

“Seperti di Bandung ada tiga pasar yang kena. Ini akan menjadi perhatian kami juga,” terangnya.

Kasus Covid-19 Jabar

Diklaim Terkendali

Ridwan Kamil juga mengklaim kasus Covid-19 di Jawa Barat masih terkendali. Menurut dia, hal itu disebabkan kerja tim survailans yang melakukan penulusuran (tracing) dengan cepat.

“Kasus harian Jabar masih terkendali. Kadang menambah 12, kadang 50. Rata-rata 20 kasus,” katanya.

Menurut dia, angka itu masih di bawah kasus harian provinsi lain. Atas dasar itu, ia menyatakan kasus Covid-19 di Jabar masih terkendali.

Lanjut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memutuskan melanjutkan melakukan penanganan Covid-19 dengan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

Artinya, penanganan difokuskan ke wilayah lebih kecil berupa desa, kelurahan atau kampung yang berisiko menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Namun, Emil mengingatkan warga agar tetap waspada meski tak ada lagi PSBB. Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, warga harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini hanya ada tiga cara mencegah Covid-19, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan. Saya yakin AKB tidak membuat nyaman, tapi itu harus dilakukan,” terangnya.

Baca juga : Nambah 3 Positif Corona, Karantina 1 Kampung di Selaawi Garut Diperpanjang

Ia menambahkan akan lebih gencar melakukan tes swab massal. Sebab, saat ini kapasitas laboratoriun di Jabar bisa memeriksa 2.000 sampel per hari.

Dengan begitu, penanganan dapat cepat dilakukan jika ada temuan kasus positif Covid-19. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.