Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Warga Dilatih Budidaya Jamur Tiram

59
0
Istimewa PRESENTASI. Dosen STIKes BTH Tasikmalaya Khusnul MSi memberikan pelatihan budidaya jamur tiram di Aula Balai Desa Bojong Pangandaran Selasa (13/8).

TASIK – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada (STIKes BTH) Tasikmalaya memberikan penyuluhan budidaya jamur tiram di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Selasa (13/8). Penyuluhan ini bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti.

Melalui kegiatan ini masyarakat Desa Bojong Kabupaten Pangandaran didorong untuk mampu budidaya jamur tiram dengan metode rekayasa iklim.

Ketua Program Kemitraan Masyarakat STIkes BTH Tasikmalaya Khusnul MSi mengatakan konsep budidaya jamur menggunakan rekayasa iklim merupakan metode paling baik untuk menyiasati kondisi suhu dan kelembapan yang sesuai untuk pertumbuhan jamur.

Konsep tersebut diberikan karena suhu Desa Bojong panas dan kering, tidak seperti daerah-daerah pegunungan yang lembap dan dingin, sehingga sering dijadikan budidaya jamur.

“Pelatihan ini dilakukan dosen STIKes BTH Tasikmalaya terdiri dari saya dan Lusi Nurdianti MSi Apt serta dibantu oleh mahasiswa Gina Kurnia Mahasiswa dari Prodi S1 Farmasi,” ujar Khusnul yang juga dosen pakar bidang mikologi Prodi DIII Analis Kesehatan STIkes BTH Tasikmalaya.

Tujuan pengabdian ini bisa mengubah paradigma masyarakat yang menganggap budidaya jamur harus selalu di daerah dataran tinggi dengan suhu yang dingin dan lembap. Padahal, di daerah Pangandaran sangat mungkin untuk dilakukan budidaya jamur tiram dengan cara pemeliharaan pertumbuhan jamur timur menggunakan semprotan air yang nanti membentuk kabut. “Konsep penyemprotannya seperti air yang disemprotkan menggunakan alat kompresor seperti halnya di tempat cuci motor steam,” kata dia kepada Radar, Kamis (15/8).

Selain itu, adanya penyimpanan air di ember-ember besar yang ditempatkan pada beberapa titik ruang kumbung jamur. Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan miselium dan tubuh buah jamur.

Selain itu, budidaya jamur tiram ini bisa meningkatkan penghasilan “Kegiatan pengabdian ini untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Bojong,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan budidaya jamur tiram menggunakan metode rekayasa iklim ini bekerja sama dengan mahasiswa Prodi S1 Farmasi dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). “Kegiatan ini selaras dengan tujuan KKN kali ini yakni meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.

Selain masyarakat, kegiatan ini, juga diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir Prodi Farmasi STIKes BTH Tasikmalaya. “Harapannya mahasiswa mempunyai modal ilmu untuk berwirausaha membuat bibit jamur yang unggul,” katanya.

Ketua KKN Prodi S1 Farmasi STIKes BTH Tasikmalaya Mohamad Zaki Jauhari menyebutkan kegiatan budidaya jamur tersebut dihadiri oleh 62 masyarakat Desa Bojong. “Mengajak masyarakat untuk menambah nilai perekonomian selain dari hasil petani. Selain itu, mengajak karang taruna bisa aktif dalam mengembangkan kewirausahaan dalam bentuk budidaya jamur tiram,” katanya.

Kepala Desa Bojong Ikin Asikin menyambut baik kegiatan yang digelar dosen dan mahasiswa STIKes BTH Tasikmalaya. “Sangat mengapresiasi, harapannya masyarakat Desa Bojong yang mayoritas petani dapat mengisi waktu tunggu panen dengan kegiatan yang positif, seperti budidaya jamur dan dapat dijadikan bahan usaha bagi masyarakat yang belum bekerja,” ujarnya. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.