Warga Dua RW Lapor Polisi, Cari Solusi Mengatasi Limbah di Sungai

51
0
Istimewa PROTES. Warga dua RW di Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Garut Kota membentangkan spanduk. Mereka sudah tak kuat dengan bau busuk limbah. warga pun melaporkan hal itu ke Polres Garut.

GARUT KOTA – Warga dua RW di Kelurahan Regol Kecamatan Garut Kota melaporkan soal limbah kulit yang mencemari Sungai Ciwalen ke Polres Garut. Laporan dibuat karena warga RW 18 dan 21 itu sudah tidak kuat dengan bau busuk limbah kulit di sungai tersebut.

“Laporannya sudah dilakukan pada Jumat kemarin. Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjutinya,” ujar Bengbeng, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Regol kepada Rakyat Garut, Minggu (22/9).

Pihaknya menempuh jalur hokum karena selama ini tidak ada penyelesian tuntas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dalam menangani limbah kulit. “Kami sudah berupaya dengan persuasif, baik kepada pemerintah maupun pengusaha. Tetapi tidak ada penyelesaian. Yang ada hanya janji-janji saja, bahkan terkesan saling lempar,” ujarnya.

Warga, kata dia, mengambil jalur hukum supaya penyelesaian limbah kulit jelas. “Pencemaran lingkungan akibat limbah kulit ini bukan terjadi kali ini saja, tetapi sudah puluhan tahun. Kami sudah tidak kuat lagi dengan kondisi ini,” katanya.

Bengbeng mengaku warga tidak menginginkan adanya penutupan pabrik penyamak kulit, tetapi pihaknya menginginkan para pengusaha penyamak kulit tidak lagi membuang limbah langsung ke Sungai Ciwalen. “Warga tidak minta macam-macam. Keingin warga di sini hanya ingin hidup damai, tidak ada bau busuk dari limbah kulit sungai,” ujarnya.

Dia menyarankan pengusaha jika tidak mempunyai instalasi penanganan limbah (Ipal), maka pabrik penyamak kulit memproses kulit mentah di tempat lain, sehingga tidak membuang limbahnya ke sungai. “Kami minta pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Berikan win win solution yang tidak merugikan, baik kepada pengusaha maupun masyarakat,” tuturnya.

Loading...

Dadang Juhana, salah satu warga terdampak mengaku sudah tidak nyaman tinggal di rumah, terutama ketika musim kemarau. Ketika aliran sungai menyusut, bau tak sedap itu lebih menyengat. “Kalau kemarau ini bau busuk dari limbah kulit ini bisa membuat pusing kepala dan mual mual,” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.