Warga Imbanagara Raya Ciamis Tolak Pendirian Tower

199
0

CIAMIS – Warga Perumahan Medina Cluster 2, Dusun Sukamanah RT 05/07 Desa Imbanegara Kecamatan/ Kabupaten Ciamis, menolak rencana pembangunan Tower Celuler di lingkungannya.

Pendirian tower di area pesawahan dekat sungai, tepatnya di Dusun Warung Kulon Desa Imbanagara Raya.

Warga  Ferum Medina Cluster 2, Adeng Bustomi menyampaikan, pihaknya menolak pembangunan tower, karena harus mendapat persetujuan dari warga sekitar.

Terlebih, rencana pembangunan menara tersebut tidak pernah disosialisasikan kepada warga sekitar lokasi dan tidak ada permintaan persetujuan.

Selain itu, lokasi pembangunan menara juga berada di lahan produktif dengan posisi tepat di bibir sungai.

“Saya kaget juga izinya mendirikan tower  itu sudah ada. Padahal banyak warga yang nolak. Tentunya izin itu patut dipertanyakan dan kajiannya tidak matang,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (04/07).

Loading...

Ungkap dia, izin mendirikan bangunan juga dianggap janggal karena tidak pernah menyosialisasikan Izin Gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) kepada warga.

“Sosialisasi itu dari Pemerintah Kabupaten Ciamis yang wajib dimiliki setiap pelaku usaha yang tempat atau kegiatan usahanya dapat menimbulkan gangguan, bahaya, ketidaknyamanan, atau kerugian tertentu bagi masyarakat di sekitarnya,” paparnya.

“Bahkan kami juga tidak pernah menerima hasil kajian radiasi sinyal. Dari dinas teknis terkait tak pernah cros cek dan menyampaikan sosialisasi,” paparnya.

Adeng mengaku, dengan terbitnya perizinan dari pemerintah, warga Medina Cluster 2 menyatakan sikap beberapa poin.

Pertama, menolak rencana pembangunan menara telekomunikasi di lokasi Dusun Warung Kulon Desa Imbanagara Raya Kecamatan /Kabupaten Ciamis.

Kedua, penerbitan Izin Mendirikan Bangunan menara tersebut dinilai akan mengakibatkan kerugian bagi warga sekitar, dari gangguan jaringan hingga gangguan keamanan dan keselamatan.

“Karena itu, seluruh warga meminta, izin yang telah dikeluarkan dicabut. Jika rencana pembangunan tidak dibatalkan dan Izin Mendirikan Bangunan tidak dicabut, warga akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk membatalkan pemberian Izin Mendirikan Bangunan Menara kepada operator seluler tersebut,” bebernya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Ciamis, Rudi SE menerangkan ikhwal penolakan warga Perumahan Medina Cluster 2, tentang pendirian tower.

“Adanya penolakan pendirian tower itu hak warga. Bahkan rencana warga akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk membatalkan pemberian Izin Mendirikan Bangunan, itu juga merupakan hak warga,” paparnya.

Namun, kata dia, upaya pihaknya melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman kepada warga, tentunya akan melibatkan pemerintahan terdekat.

Terang dia, terbitnya IMB sudah sesuai aturan dan si pemohon pun sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Sehingga, pihaknnya tidak bisa menolak permohonan yang sudah memenuhi persyarataran.

Rudi menambahkan, sesuai kajian di lapangan, ketinggian menara itu 42 meter. Dan untuk menentukan radiusnya ditambah 20 persen.

“Sehingga radiusnya  itu mencapai sekitar 50 meteran. Sementara jarak dari titik bangunan ke Perumahan Medina Cluster 2 itu mencapai 100 meter. Maka,  si pemohon tidak akan meminta izin gangguan kepada warga tersebut, kecuali kepada warga atau pemilik tanah yang terkena radius 50 meteran,” paparnya.

Sedangkan, lanjut dia, untuk harim sungai, ditentukan jaraknya 10 meter. Dan kenyataannya, lokasi tower lebih dari 10 meter ke harim sungai tersebut.

Terkait IMB, pihaknya sudah tidak lagi mengeluarkan Hinder Ordonnantie (HO) atau izin gangguan.

Tentunya, cukup dalam penerbitan IMB ditambahkan format persetujuan yang ditandatangani warga, includ terlampir dalam IMB.

Jadi, kata dia, pihaknya tidak lagi mengeluarkan HO sesuai SE Mendagri No. 500/3231/SJ tetang Tindak Lanjut Permendagri No 19/2017 yang juga ditindaklanjuti oleh Perda Kabupaten Ciamis No 17/2019 yang mencabut retribusi untuk izin gangguan.

“Saya kira, mengenai kajian radiasi sinyal itu adalah kepentingan pemohon, menaranya juga belum berdiri,” tuntasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.